PUNGGUANG LADIANG — Sebanyak 24 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) 2026 berhasil menyelesaikan dua program kerja unggulan selama masa pengabdian mereka di Desa Pungguang Ladiang. Dua program tersebut adalah pemasangan plang peta digital berbasis barcode dan pembuatan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang berlokasi di simpang empat Dusun Parit.
Peresmian kedua program ini dilakukan langsung oleh Kepala Desa Punggung Lading, Aulia Mardhi Arif, S.Kom pada 5 Agustus 2026. Kegiatan peresmian berlangsung dengan lancar dan disambut antusias oleh warga sekitar yang turut hadir menyaksikan hasil kerja mahasiswa.
Kedua program kerja ini lahir dari dua arah yang saling melengkapi. Program plang peta digital merupakan turunan dari program utama yang ditetapkan UNP untuk seluruh mahasiswa KKN, yaitu Ekosistem Nagari Digital. Program ini mendorong mahasiswa di setiap nagari penempatan untuk membangun sistem informasi berbasis digital, salah satunya melalui pemetaan wilayah dan fasilitas umum yang dapat diakses secara daring oleh masyarakat.
Sementara itu, program Taman TOGA hadir atas permintaan langsung dari pemerintah Desa Punggung Lading.
Pihak desa melihat adanya kebutuhan untuk mengoptimalkan lahan kosong di simpang empat Dusun Parit menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi warga, sehingga mahasiswa KKN diminta untuk mewujudkan gagasan tersebut menjadi Taman TOGA.
Program pertama yang dihadirkan adalah pemasangan plang peta digital yang berisi informasi peta administrasi desa serta sebaran fasilitas umum yang ada di Desa Pungguang Ladiang, seperti kantor desa, sekolah, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, dan fasilitas umum lainnya. Plang ini dipasang di lokasi yang mudah dilihat dan dijangkau oleh warga maupun pengunjung dari luar desa.
Yang membuat plang ini berbeda dari plang informasi pada umumnya adalah adanya kode barcode yang tercetak di bagian plang. Barcode ini bisa dipindai langsung menggunakan kamera HP tanpa perlu mengunduh aplikasi khusus. Setelah dipindai, pengguna akan langsung diarahkan ke website peta digital Desa Punggung Lading yang telah dikembangkan oleh mahasiswa KKN selama masa pengabdian.
Di dalam website tersebut, pengguna dapat melihat peta desa secara lebih lengkap dan interaktif, mulai dari batas wilayah desa hingga titik-titik lokasi fasilitas umum yang tersebar di berbagai dusun. Informasi ini bisa diakses kapan saja dan di mana saja, selama pengguna memiliki koneksi internet.
Lebih jauh, program ini juga menjadi langkah awal digitalisasi data desa. Selama ini, banyak desa termasuk Pungguang Ladiang masih mengandalkan peta manual atau informasi lisan dari warga untuk menunjukkan lokasi fasilitas.
Program kedua yang tidak kalah penting adalah pembuatan Taman TOGA yang berlokasi di simpang empat Dusun Parit. Lokasi ini dipilih karena berada di titik yang cukup strategis dan mudah dilihat oleh warga yang melintas, sehingga taman ini juga berfungsi sebagai media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya tanaman obat keluarga.
Di dalam Taman TOGA ini, mahasiswa KKN menanam berbagai jenis tanaman obat keluarga, di antaranya kencur dan jahe, yang dikenal luas oleh masyarakat sebagai bahan alami untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit ringan sehari-hari. Selain tanaman obat, taman ini juga dilengkapi dengan tanaman sayuran seperti terong dan cabai, yang bisa dimanfaatkan langsung oleh warga untuk kebutuhan dapur. Sebagai pelengkap, ditanam pula beberapa jenis tanaman bunga agar taman terlihat lebih asri, rapi, dan nyaman dipandang.
Agar program ini tidak berhenti begitu saja setelah masa KKN selesai, mahasiswa telah berkoordinasi dengan pihak desa terkait keberlanjutan pengelolaan taman. Ke depannya, Taman TOGA ini akan dirawat dan dikelola oleh ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Punggung Lading. Pelibatan PKK ini menjadi strategi penting agar taman tetap terjaga, tanaman tetap tumbuh subur, dan manfaatnya bisa terus dirasakan warga dalam jangka panjang.
Melalui program plang peta digital dan Taman TOGA ini, 24 mahasiswa KKN UNP 2026 berharap dapat meninggalkan sesuatu yang benar-benar bermanfaat dan berkelanjutan bagi Desa Punggung Lading. Program peta digital diharapkan dapat terus digunakan sebagai media informasi desa yang praktis, sementara Taman TOGA diharapkan dapat terus dikembangkan oleh PKK sebagai sumber tanaman obat dan sayuran bagi warga.
Kedua program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menghasilkan inovasi sederhana namun berdampak nyata. Diharapkan, semangat kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi program KKN di desa-desa lainnya.












