Peserta Magang Diminta Kerja Keras di Perusahaan

Gubernur Irwan Prayitno memberikan sambutan saat membuka pelatihan pemagangan dalam negeri, Rabu (18/4). (givo alputra)

 

PADANG- Peserta pelatihan pemagangan diminta untuk kerja keras dan sungguh-sungguh. Sebab itulah jalan menuju sukses dan diincar pasar kerja. Dipastikan pula perusahaan yang akan menjadi tempat pemagangan akan menggaet yang bersangkutan untuk bekerja di sana.

“Jangan sia-siakan. Ini kesempatan emas. Apalagi dibarengi dengan skill memadai dan sudah pula dilatih di berbagai lembaga latihan kerja. Sekarang, dunia kerja butuh tenaga kerja yang punya skill,” kata Gubernur Irwan Prayitno saat membuka pelatihan pemagangan dalam negeri, Rabu (18/4) di Padang.

Irwan menyebutkan peserta pelatihan pemagangan dalam negeri yang akan ditempatkan di banyak perusahaan di kab/kota se-Sumbar itu, juga mendapatkan uang transpor, selain keterampilan bertambah. Habis masa magang, diterima pula bekerja di perusahaan dimana dia dimagangkan.

Makanya, gubernur mewanti-wanti peserta magang tersebut agar selalu mengutamakan kerja keras. Hindari betul, sikap malas karena diyakini, tidak bermanfaat selama proses pemagangan apalagi diminta bekerja oleh perusahaan tempat magang.

“Saya beryakinan, kerja keras selalu mewarnai dalam melakoni sebagai pekerja, kelak nanti akan berubah fungsi menjadi majikan atau orang sukses. Orang sukses maupun menjadi majikan, mayoritas diawali dengan hidup susah dan selalu mengedepankan kerja keras,”kata Irwan.

Gubernur juga mengungkapkan, pengangguran terjadi bukan tidak ada peluang kerja. Namun karena kalah dalam persaingan, punya skill terbatas dan kompetensi tidak memadai. Bagi pencaker yang memiliki semua itu, perusahaan akan berebutan menggaetnya.

Lewat pemagangan ini, skill bertambah, kompetensi dan daya saing meningkat sehingga pasar kerja membutuhkannya. Paling tidak bisa pula membuka usaha sendiri dan menerima pencaker pula.

Sedangkan Direktur Bina Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan Asep Gunawan mengatakan program pemagangan yang digencarkan pemerintah sesungguhnya untuk melahirkan tenaga kerja yang punya skill dan sesuai dengan pasar kerja. Bahkan mereka kebanyakan sukses, baik yang bekerja di berbagai perusahaan maupun yang membuka usaha sendiri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Nakertrans) Sumbar Nazrizal menjelaskan, pelatihan pemagangan dalam negeri diikuti 300-an peserta dari kab/kota se-Sumbar. Mereka dilatih selama sebulan dan empat bulan dimagangkan di berbagai perusahaan yang sudah diseleksi di Sumbar.

“Peran kita lebih banyak memfasilitasi dan melakukan berbagai pelatihan. Bagaimana hubungan antara balai latihan kerja dengan perusahaan terbina baik sehingga kedua belah pihak sama-sama beruntung,” jelasnya.

Lewat program pemagangan dalam negeri ini, tahun lalu terserap tenaga kerja 86 persen. Artinya sebagian besar peserta diterima bekerja di tempat perusahaan dimana ia magang. Sisanya, 11 persen bekerja di luar Sumbar hingga luar negeri, termasuk buka usaha sendiri. (Efendi).

 

Loading...