PULAU PUNJUNG – Memperingati detik- detik proklamasi, ratusan kendaraan roda empat dan roda dua yang melintas di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Dharmasraya, menghentikan laju kendaraan secara serentak, sekira pukul 10.18 Wib, Senin (17/8).
Bersamaan dengan itu, bunyi sirine detik- detik proklamasi dibarengi pula dengan klakson kendaraan, berlangsung selama tiga menit. HUT Kemerdekaan RI ke 75 benar- benar meriah.
Pantauan Topsatu.com di lapangan, pelaksanaan untuk berhenti sejenak tersebut berlangsung tertib di bawah pengawasan petugas gabungan TNI/Polri.
Ketua Majlis Ulama Indonesia ( MUI) Kecamatan Pulau Punjung, Dharmasraya, Buya Al- Amin Palito Rajo Lelo, mengapresiasi kegiatan yang berlangsung singkat namun penuh makna itu.
“Sebagai bangsa yang besar dan merdeka, sudah selayaknya kita sebagai warga negara Republik Indonesia mensyukuri segala nikmat ini, salah satunya dengan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan serta semangat cinta tanah air, ” ucapnya kepada Topsatu.com, usai kegiatan tersebut.
Katanya, dengan adanya kesamaan aksi seperti ini diyakini mampu membangkitkan kembali rasa nasionalisme dan menjaga semangat kemerdekaan meskipun ditengah Pandemi Covid-19.
“Memperingati HUT Kemerdekaan RI merupakan bentuk syukur kita kepada Allah SWT serta mengenang jasa- jasa pahlawan yang telah berhasil mengusir penjajah dari negara yang kita cintai ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Komandan Rayon Militer (Danramil) 03/PP Pulau Punjung, Mayor Caj (K) Tuti Andayani, menyebutkan, sejauh pengamatannya ada pergeseran nilai-nilai dan rasa nasionalisme yang terjadi ditengah masyarakat.
“Semangat cinta tanah air dan rela berkorban demi bangsa dan negara mulai terkikis dan dikhawatirkan sudah memasuki titik terendah sehingga ancaman disintegrasi bangsa pun semakin tinggi, ” terangnya.
Menurutnya, untuk mencegah kondisi tersebut, sesuai arahan komando, pihaknya berupaya keras mengembalikan rasa kebangsaan dan imaji ke- Indonesiaan melalui rangkaian kegiatan seperti membagikan seribu lembar bendera gratis, masker dan bhakti sosial yang dilaksanakan melibatkan masyarakat luas.
“Kemerdekaan tidak diraih dengan mudah, semoga semangat itu bisa membangkitkan gelora semangat bela negara demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia sampai titik darah penghabisan, ” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengatakan keterlibatan aktif seluruh masyarakat dalam Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilakukan secara virtual sangat diharapkan.
Tepat pada pukul 10.17 WIB pada tanggal 17 Agustus 2020 mendatang, seluruh masyarakat diminta menghentikan kegiatan sejenak dan mengambil sikap sempurna untuk menghormati peringatan tersebut.
“Hentikan semua kegiatan dan aktivitas Saudara selama tiga menit saja pada tanggal 17 Agustus 2020 pukul 10 lewat 17 menit Waktu Indonesia Bagian Barat. Ambil sikap sempurna, berdiri tegak, untuk menghormati peringatan Detik-Detik Proklamasi,” pungkasnya. (roni)












