PARIK MALINTANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Padang Pariaman ke 193, agak beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari musibah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Kabupaten ini, tiga bulan yang lalu. Makanya Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melaksanakannya secara sederhana, namun penuh arti dan makna, dalam rapat paripurna DPRD yang di pimpin Ketua, Aprinaldi didampingi Wakil Ketua Wira Satria dan Firman di Aula IKK Parit Malintang, Minggu (11/1).
Rapat paripurna ini juga dihadir Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar Firdaus Firman, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Aziz, Wabup, Rahmad Hidayat, Forkopimda dan anggota DPRD dan undangan lainnya.
Ketua DPRD Aprinaldi mengatakan hari jadi merupakan salah satu wujud identitas Daerah, sebuah tonggak sejarah dimulainya pemerintah yang diperingati disertai dengan harapan-harapan untuk mewujudkan kemaslahatan, kesuksesan dan kesejahteraan masyarakat.
Hari jadi Kabupaten Padang pariaman ke 193 mengusung tema”Bangkit Lebih Cepat Menuju Kabupaten Padang Pariaman Tangguh”. Tema ini mengandung makna yang tersirat. Bagaimana Pemkab Padang Pariaman bersama masyarakatnya bangkit yang lebih cepat dari keterpurukkan, bergerak responsive, mempercepat pemulihan, memperbaiki pelayanan publik, memulihkan aktifitas ekonomi dan social.
Disebutkan Aprinaldi, banjir dan tanah longsor di penggujung 2025 lalu mengakibatkan kerusakan sarana prasarana, infrastrukur, jalan, jembatan, sekolah, lahan pertanian dan lainnya.
“Kami mengapresiasi dan mendukung kebijakkan pemerintah Daerah atas segala niat, daya dan upayanya bersama TNI, Polri, Relawan, LSM, DPRD dan masyarakat ranah dan rantau dalam melakukan penanganan bencana ini,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengungkap sejarah kelahiran Kabupaten Padang Pariaman ini. Kabupaten ini lahir berdasarkan UU No 12 tahun 1956 sebagai daerah otonom di Propinsi Sumatera Tenggah. Dalam perjalannya, Kabupaten Padang Pariaman mengalami dinamika wilayah, termasuk pemekaran Kota Padang, Pembentukkan Kabupaten Mentawai dan Kota Pariaman.
Dengan telah berdirinya daerah otonomi baru hasil pemekaran, maka Kabupaten Padang Pariaman saat ini memiliki luas 1.343,56 Km persegi dengan 17 Kecamatan., 103 Nagari dan penduduk sekitar 459 ribu jiwa.
John Kenedy Aziz mengungkapkan di menjelang satu tahun kepemimpinannya bersama Wabup Rahmat Hidayat dihadapan pada bencana alam berupa banjir dan tanah longsor. Bencana ini menimbulkan dampak ekonomi, social, infrastruktur, korban jiwa, pulhan ribu masyarakat mengungsi, jembatan putus dan rusakareal pertanian yang rusak, irigasi yang rusak.
Disebutkan Pemkab bergerak cepat dengan turun langsung ke lapangan, membuka posko penanganan bencana, berkoordinasi dengan BNPB serta melakukan langkah-langkah pemulihan dan rehabilitasi pasca bencana.
Untuk itu, melalui momentum HUT Kabupaten Padang Pariaman ke 193 ini, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan, DPRD, Forkopimda, Dunia Usaha, Akademisi, perantau serta masyarakat terus memperkuat kolaborasi dan kebersamaan dalam membanguna pasca bencana ini. (agus)












