Penyuluh Agama Peduli, Ipari Padang Panjang Santuni Korban Banjir Bandang dan Longsor

PD. PANJANG–Penyuluh Agama se-Kota Padang Panjang yang tergabung dalam Ipari (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) menggelar aksi “Penyuluh Agama Peduli”, Kamis (11/12). Aksi itu berupa pemberian santunan kepada korban banjir bandang dan tanah longsor.

Ada dua orang yang diberikan santunan. Pertama, Deru Ananda Putri, siswi MAN 3 Padang Panjang. Rumah yang ia tempati bersama keluarganya di kawasan Jembatan Kembar Silaing Bawah, ikut terdampak banjir bandang yang melanda kawasan itu pada 27 November lalu.

Meski rumahnya tidak luluhlantak seperti rumah lainnya, namun Deru dan keluarga tidak bisa lagi kembali ke rumah. Sebab, rumahnya berada pada zona merah, sangat berbahaya ketika terjadi lagi bencana serupa. Kini, ia dan keluarga mengontrak rumah di kelurahan yang sama.

Baca Juga  Menteri PU Instruksikan Jalur Lembah Anai Fungsional 24 Jam Selama Libur Lebaran

Penerima santunan kedua adalah Buk Ana, warga Kelurahan Koto Panjang yang rumahnya rusak akibat longsor. “Jangan lihat jumlah yang kami berikan, lihatlah kepedulian yang kami tunjukan. Semoga santunan ini bisa meringankan beban ananda Deru dan keluarga,” kata Ketua Ipari Kota Padang Panjang, Ustadz Wahyu Salim saat menyerahkan santunan kepada Deru di MAN 3 Padang Panjang.

Wahyu yang didampingi seluruh penyuluh agama menyebutkan, santunan berupa uang tunai itu bersumber dari sumbangan seluruh anggota. Sebelumnya penyuluh agama juga ikut berdonasi untuk korban bencana melalui Kankemenag Padang Panjang.

Baca Juga  Payuang Panji Suku Koto Sadunia Luak Agam - Bukittinggi menggelar Milad ke 3

“Penyuluh Agama Peduli merupakan wujud kepedulian dan rasa empati kami bagi korban bencana. Selain santunan, penyuluh juga aktif memberikan trauma healing bagi para korban yang selamat,” sebutnya.

Kepala MAN 3 Julpiadi mengapresiasi aksi kemanusiaan yang ditunjukan penyuluh agama se-Padang Panjang. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada penyuluh agama yang telah memberikan santunan kepada siswa madrasah itu yang ikut terdampak banjir bandang di Jembatan Kembar.

“Dengan adanya aksi kemanusiaan ini, penyuluh agama di Padang Panjang telah menunjukan kepeduliannya. Ini patut diteladani dan diapresiasi. Keberadaan penyuluh agama tentu akan semakin dirasakan umat,” pungkasnya. (Jas)