Penuhi Pasokan Industri, Agam Budidayakan Serai Wangi

oleh
Tanaman serai wangi. (*)

LUBUK BASUNG – Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKM) Kampung Melayu Saiyo menerima bantuan 1 unit peralatan penyulingan serai wangi dari Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Agam Kuantan Padang, Selasa (30/10).

Bantuan lainnya berupa tanaman serai wangi dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Kabupaten Solok siap diolah sebagai bahan ujicoba peralatan yang diterima.

Ketua Kelompok HKM Kampung Melayu Saiyo Zulkarman telah memulai menanam serai wangi sejak tiga bulan lalu atas bantuan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Agam Raya (KPHL AR).

“Untuk saat ini kelompok yang terdiri dari 54 kepala keluarga (KK) sudah menanam serai wangi pada areal seluas 10 hektar dari 127 hektar yang diprogramkan, “katanya.

Mudah-mudahan program penanaman serai wangi sekaligus penyulingan yang dilakukan untuk keuntungan kelompok.
Sekda Agam Martias Wanto berharap upaya yang dilakukan pemerintah tersebut berdaya guna dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui tanaman serai wangi tersebut. Sebab areal tanah di Agam ini berpotensi besar untuk tanaman tersebut dan tidak sulit pemeliharaannya.

Dalam kaitan dengan hal itu, Kepala Dinas Kehutanan  Sumatera Barat Hendri Octavia mendorong penuh antusias masyarakat yang melakukan penanaman serai wangi bernilai ekonomis ini. Tidak saja mengoptimalkan areal hutan yang selama ini minim dari tanaman produktif, kini bisa produktif dan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan.
“Rentang masa tumbuh tanaman serai wangi ini sudah bisa panen hingga enam bulan dan tumbuh kembang hingga 10 tahun ke depan, “katanya.

Kini pasokan yang bisa diproduksi untuk pasar daerah berkisar 400 kg per tahun, sedangkan yang dibutuhkan sebanyak 1.000 kg yang diinginkan untuk kebutuhan industri nasional. (mursyidi)

Loading...