Pengusaha Muda Ini, Wujudkan Mimpi Generasi Cinta Al-quran

oleh -600 views
Hj. Lena, menceritakan awal mimpinya dalam mewujudkan rumah tahfiz di hadapan undangan saat silaturrahmi yang berlangsung, Jumat (16/8). Yuke

PADANG-Pesatnya berkembangan teknologi dan kurangnya pendidikan agama di sekolah umum, menyebabkan sebagian besar generasi muda sekarang lupa melafazkan apalagi menghapal Alquran dalam kesehariannya. Mereka larut dalam berbagai hiburan dunia, seperti permainan game melalui gadget, nonton film atau pun hiburan lain yang jauh dari unsur agama.

Kondisi di atas membuat pengusaha muda bergerak di bidang tour n travel umrah dan haji, Hj. Lena, MN, Lc (34) risau. Dia pun bertekad mengubah keseharian generasi sekarang yang terlena akan hiburan dunia, kembali membaca dan menghapal Alquran.

Impiannya itu dimulai dengan mendirikan rumah tahfiz Alquran, secara gratis. Siapa saja mulai dari anak-anak hinga usia tua, yang ingin menjadi penghapal Alquran bisa belajar di rumah tahfiz yang berdiri sejak satu tahun belakang.

Rumah tahfiz itu terletak di Jalan Bawal No. 9 Ulak Karang Padang. Perempuan asal Agam itu, bisa menggratiskan orang-orang untuk menjadi penghafal Alquran, dari keuntungan usaha tour n travel miliknya. Saat ini siswa yang belajar penghapal Alquran di rumah tahfiznya 200 orang. Mereka usia sekolah. Bagi anak yang mampu menghapal Alquran 15 juz usia SMP, akan di sekolah secara gratis ke SMA. Sedangkan mereka yang hafal 30 juz, akan dikuliahkan ke perguruan tinggi.

“Alhamdulillah, tahun ini ada tujuh anak yang hafal 30 juz kami berangkatkan ke Sudan untuk kuliah,” sebut istri dari H. Andi Abdul Malik ini, saat kegiatan silaturrahmi dan halal bi halal yang berlangsung Jumat (16/8)

Untuk mengubah pikiran orang yang belajar di rumah tahfiznya, agar mencintai Alquran, Helena punya trik dengan terapi. Mereka yang belajar akan dituntun untuk mencintai Alquran, sebagaimana mereka mencintai program-program yang dibuat kaum Yahudi. Hingga masyarakat dengan mudah membaca dan menghapal ayat-ayat suci Allah.

Bagi yang berminat menjadi penghapal Alquran, cukup datang dan mendaftarpun. Masyarakat, baik muda atau pun tua bisa belajar dari pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB setiap hari kecuali Minggu. Jadwal belajar tidak ditentukan, artinya masyarakat bisa datang sesuai waktu yang ditentukan, sebab guru stanby di rumah tahfiz sebanyak 13 orang. Untuk orangtua memperlancar bacaan atau tajwid.

Saat ditanya alasan pendirian rumah tahfiz itu, Helena mengatakan hanya untuk akhirat semata. Diusianya ke 34 tahun bukan lagi usia muda. Karena itu dia dan suaminya mengambil keuntungan tour n travel umrah haji milik mereka untuk menggaji dan menyekolahkan anak-anak tak mampu serta mendirikan rumah tahfiz.

Apa yang mereka lakukan tidaklah mengurangi rezeki, sebaliknya Allah melipatgandakan rezeki mereka. Usaha yang awalnya dimulai dengan modal ratusan rupiah, kini menjadi perusahaan besar dan akan terus memberi kemudahan bagi mereka yang mau belajar agama dan menghapal Alquran.

Dihadapan undangan Lena bercerita, dalam mewujudkan niatnya, dia pernah dituduh sebagai seorang penipu. Sebab tak mungkin seorang pemilik CV kecil mampu menyekolahkan anak-anak miskin tanpa biaya. Hinaan orang tak dihiraukannya, hingga Allah terus membukakan jalan bagi dia dan suami. Dan usahanya kini menjadi besar atas kehendak Allah.

“Dalam usaha tour n travel umrah, kami tidak mencari keuntungan besar. Tapi bagaimana cara agar kami bisa mempermudah orang umrah, sisanya bagaimana kami bisa menyekolahkan anak-anak miskin yang punya impian,” ujarnya.

Saat ini, Yayasan Al-Ananda Mumtaz, milik Lena bekerjasama dengan sejumlah sekolah dalam merekrut dan mengajak siswa untuk menjadi penghapal Alquran. Seperti SMP Sahara Padang dan SMA 12 Padang. Helena berharap, akan banyak sekolah-sekolah di Sumbar, yang bekerjasama dengan yayasannya, untuk mewujudkan generasi yang cintai dan hafal Alquran.

“Sekolah tidak usah memikirkan ongkos atau gaji guru penghajar tahfiz. Semua kami dari yayasan yang menanggungnya. Sekolah cukup menyediakan murid dan lokal. Guru-guru akan kami kirim ke sekolah,” sebutnya.

Jika tak ada halangan, pada 2020 Lena bekerjasama dengan Kepala Sekolah, SMP Sahara Padang akan mendirikan pesantren gratis untuk anak-anak tidak mampu.

“Anak-anak sekarang ini banyak kehausan pelajaran agama dan Alquran. Mereka ingin belajar di pesantren tapi biayanya mahal hingga Rp18 juta, sedangkan orangtua mereka tidak punya uang. Ini yang menjadi pemicu kami untuk mendirikan pesantren gratis. Tolong doakan kami, agar mimpi kami ini terwujud. Semua demi generasi islami dan qurani,” kata Lena, didampingi Kepala Sekolah SMP Sahara Padang, Rifdawati.

Sementara, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Wali Kota Padang, Azwin, yang mewakili walikota Padang, mengapresiasi apa yang dilakukan Helena dan suaminya.

“Semoga apa yang diimpikan Buk Helena bisa terwujud. Kami dari Pemko pasti mendukung sebab ini sejalan dengan program pemerintah sekarang untuk mewujudkan Padang yang madani,”

Tampak hadir anggota DPRD Kota Padang, Faisal Nasir, mantan petinggi Polresta Padang, Sareng Suprapto, majelis taklim Salwa, undangan dan masyarakat sekitar. Silaturrahmi itu menghadirkan penampilan bacaan hafalan Alquran oleh siswa SMP Sahara Padang dan sejumlah kesenian lain. 107

Loading...