Pencurian Kulit Manis Marak, Pemuda Kawai Blokir Jalan ke Perkebunan

Ilustrasi. (*)

BATUSANGKAR – Gerah dengan maraknya pencurian kulit manis dalam setahun terakhir, pemuda Jorong Kawai, Nagari Batubulek, Kecamatan Lintau Buo Utara,  Tanah Datar memblokir jalan menuju perkebunan. Jalan hanya bisa dilalui oleh masyarakat setempat. Sementara, orang dari luar jorong dilarang melalui jalan tersebut.

Diketahui, perkebunan tidak hanya diolah oleh warga setempat. Ada pula orang luar Kawai yang mengolah kebun di sana, baik sebagai pemilik, penyewa ataupun sekadar pekerja.

Menurut salah seorang pemuda setempat, Indra, pemblokiran jalan sudah dilakukan sejak Kamis (19/4) lalu. Hal itu dipicu oleh tertangkap tangannya salah seorang pencuri kulit manis pada Sabtu (14/4) malam lalu. Saat itu, puluhan pemuda sepakat untuk melakukan pengintaian terhadap pencuri kulit manis yang sudah meresahkan warga.

Di lokasi, ditemukan barang bukti berupa kulit cassiavera yang sudah dikuliti dan sebuah sepeda motor. Ternyata, ada tiga  pelaku yang sedang melancarkan aksinya di tengah malam tersebut.

Saat hendak ditangkap, ketiganya berhasil kabur. Namun, pemuda berhasil mengidentifikasi wajah pelaku. Sementara, sepeda motor pelaku bersama barang bukti kulit manis tertinggal di lokasi. Para pemuda tersebut kemudian menjemput pelaku ke rumahnya yang berada di Jorong Aurduri, Nagari Batubulek. Pelaku oleh aparat jorong hanya diganjar membersihkan kantor walijorong.

Sementara, para pemuda Jorong Kawai merasa tidak puas. Mereka akhirnya melakukan pemblokiran jalan menuju ke perkebunan.
Menurut Indra, pemuda dan masyarakat setempat sudah merasa sangat kesal karena pencurian tidak kali ini saja terjadi.

Jika diakumulasi, mungkin kerugian sudah mencapai Rp40 juta selama setahun terakhir dengan jumlah korban lebih dari 10 orang.
Namun, diakuinya, belum ada yang membuat laporan ke Polsek secara resmi dengan alasan tak mengerti dengan urusan hukum.

Ia berharap ada penangangan dari pihak terkait agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sekarang kami hanya berusaha melindungi apa yang menjadi milik warga di sini,” katanya, Selasa (24/4).

Wali Jorong Kawai, Hazlin Nofera, mengakui adanya pemblokiran jalan yang dilakukan para pemuda setempat. Hazlin menyatakan ia memahami alasan para pemuda yang kesal sehingga melakukan aksi pemblokiran. Meski demikian, iapun tidak membenarkan aksi tersebut karena dapat mengganggu kepentingan orang lain.

“Sedang diupayakan ada solusi dan pendekatan dengan para pemuda agar tak lagi dilakukan pemblokiran jalan,” katanya. (aci)

Loading...