Penanggulangan Stunting Menjadi Program Utama Pemkab

Limapuluh Kota – Stunting menjadi salah satu masalah yang menjadi prioritas untuk diselesaikan segera di Limapuluh Kota. Karena stunting perlu ditanggulangi secara bersama untuk menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan unggul. Penanggulangan stunting menjadi program utama Pemkab Limapuluh Kota.

Untuk itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Limapuluh Kota Nevi Safaruddin, mengajak semua pihak untuk menanggulangi secara bersama. Karenanya, PKK selaku salah satu pemangku kepentingan dalam pencegahan stunting akan selalu bahu membahu dengan segenap pihak untuk menurunkan persentase prevalensi stunting di Limapuluh Kota.

“Terutama dalam upaya menyadarkan pentingnya asupan gizi berimbang bagi ibu hamil, yang menjadi faktor penentu menurunnya tingkat stunting,” ujarnya, usai mengikuti rangkaian kegiatan Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-29 di Kota Medan, kepada wartawan, Kamis (7/7).

Baca Juga  Buka Pelatihan Menjahit dan Teknisi Sepeda Motor, Kadis Disperinaker Lima Puluh Kota Harap Akan Muncul Wirausaha Baru

Dibagian lain, Nevi Safaruddin juga mengatakan, PPK akan menggerakkan program-program pemberdayaan keluarga terutama intenalisasi pengetahuan gizi kepada ibu hamil, peningkatan kapasitas dasa wisma dan turut serta dalam intervensi terhadap masalah bersama dengan perangkat daerah. “PPK berkomitmen untuk menunjang kegiatan pencegahan stunting di daerah, sebagai upaya mempersiapkan generasi mendatang yang sehat dan unggul,” tambahnya.

Menurutnya, penurunan stunting sangat dibutuhkan untuk menghindari dampak jangka panjang. Seperti terhambatnya tumbuh kembang anak, mempengaruhi perkembangan otak, yang berimplikasi kepada rendahnya tingkat kecerdasan anak. “Jika hal ini tidak diantisipasi akan berpengaruh terwujudnya Indonesia Emas tahun 2045. Dan kita di Limapuluh Kota sangat konsen dengan hal ini. Karena target kita juga sejalan dengan program pemerintah pusat itu,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam sambutannya, menyampaikan, stunting menjadi ancaman terhadap kualitas generasi muda Indonesia. Maka dari itu, masyarakat berperan dalam menurunkan angka stunting. Sehingga akan tercipta generasi unggul di tahun 2045 sesuai cita-cita Presiden Joko Widodo. Seterusnya beliau juga menjelaskan saat ini Indonesia mengalami bonus demografi, namun banyak generasi muda yang tidak produktif.

Baca Juga  Dugaan Gratifikasi yang Dilaporkan Wabup Ferizal, Ditindaklanjuti KPK

“Generasi muda Indonesia saat ini sebanyak 24,4 persen mengalami stunting, 9,8 persen memiliki mental emotional disorder, 5 persen napza dan 1 persen autisme, serta 3 persen difabel. Hal ini sungguh disayangkan, karena Indonesia tidak bisa menikmati bonus demografi lantaran memiliki generasi penerus yang tidak produktif. Dengan upaya penurunan angka stunting, dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul yang merupakan investasi penting Indonesia untuk menghadapi masa depan,” ucap Hasto. 207