BATUSANGKAR – Pemkab Tanah Datar telah menyampaikan usulan tambahan untuk pemeliharaan irigasi tersier, dam parit, irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan melalui aplikasi Kementan.
Dalam APBN tahun ini untuk pemulihan bencana tahun 2025 telah disetujui untuk tiga kegiatan dengan total dana mencapai Rp9 Miliar.
“Pada 2026 ada 20 unit operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier dimana kondisi saat ini sudah dalam masa proses pengadaan, kemudian Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana seluas 60 hektar kondisi saat ini dalam masa proses konstruksi di lapangan dan optimalisasi lahan sawah terdampak bencana seluas 180 hektar kondisi saat ini juga dalam masa proses konstruksi di lapangan,” ungkap Kadis Pertanian Sri Mulyani di Batusangkar, Kamis (23/4).
Sedangkan, lanjutnya, untuk APBN sektor pertanian 2026 diluar pemulihan bencana, Kadis Pertanian juga menyampaikan setidaknya ada tujuh kegiatan.
“Direncanakan ada 7 kegiatan yang dilaksanakan tahun 2026 diluar pemulihan bencana senilai Rp27 Miliar, yakni bangunan konservasi air atau DAM Parit, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, optimalisasi sawah non rawa, bantuan padi benih oplah, bantuan benih pagi reguler dan bantuan benih jagung reguler,” ujarnya.
Ditambahkan Sri Mulyani dalam 10 kegiatan yang diperoleh dari dana APBN untuk bidang pertanian mencapai Rp36 Miliar. Tentunya tidak lepas dari kerja keras dan dukungan pimpinan daerah.
“Dana tersebut disalurkan langsung ke rekening Kelompok Tani dimana nantinya pelaksanaan kegiatan secara swakelola. Tentu di kesempatan ini, Saya juga ucapkan terima kasih atas dukungan pimpinan daerah. (ydi)












