Pariaman — Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-TK) Kota Pariaman menggelar Rapat Koordinasi Strategis Sinkronisasi dan Koordinasi Teknis Pelaksanaan Program Kesempatan Kerja ke Luar Negeri, Rabu (6/8), bertempat di Ruang Rapat Wali Kota Pariaman.
Rapat ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dan turut dihadiri oleh Rektor Universitas Nasional PASIM Bandung Prof. Dr. Armai Arief, MA, Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yayasan PASIM Sukabumi Rinalwan Buchari, Ketua Yayasan PASIM Sukabumi Wati Purnaningrum, Ketua Baznas Kota Pariaman Zalman Zaunit, serta beberapa kepala OPD dan kepala sekolah SMA/MA/SMK se-Kota Pariaman.
Dalam sambutannya, Yota Balad menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pariaman di bawah kepemimpinannya bersama Mulyadi untuk memperluas akses kerja ke luar negeri secara legal dan terstruktur, sebagai upaya strategis menekan angka pengangguran.
“Untuk mendukung hal tersebut, kami telah menjalin kerja sama dengan Universitas Nasional PASIM melalui program beasiswa dan penempatan kerja ke Jepang. Program ini juga merupakan bagian dari visi ‘Satu Keluarga Satu Sarjana’, yang tidak hanya mendorong pendidikan tinggi, tetapi juga memperluas peluang kerja ke luar negeri,” ungkap Yota.
Ia menambahkan, Pemko Pariaman juga telah menyiapkan pelatihan vokasi melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas, guna membekali lulusan SMA/SMK dengan keterampilan yang kompetitif. “Alhamdulillah, saat ini sudah ada 10 orang yang terjaring dan akan mengikuti pelatihan selama tiga bulan, sebelum diberangkatkan untuk bekerja di Jepang,” lanjutnya.
Kepada para kepala sekolah yang hadir, Yota meminta agar memotivasi para siswa yang tidak melanjutkan pendidikan tinggi agar memanfaatkan peluang bekerja di kapal pesiar, yang juga difasilitasi oleh pihak perusahaan, termasuk asrama dan konsumsi.
“Saya berharap peserta yang lolos seleksi bisa mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh di lembaga pelatihan yang sudah diakui oleh pemerintah Jepang. Setelah menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI), mereka diharapkan kembali ke Kota Pariaman dengan membawa ilmu dan pengalaman baru untuk membangun daerah,” pungkasnya.
Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Nota Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DPMPTSP-TK Kota Pariaman dan Baznas Kota Pariaman, terkait pengiriman pemuda dan pemudi Kota Pariaman untuk mengikuti pelatihan di PASIM Go Internasional. Program ini ditujukan agar mereka memiliki peluang bekerja ke luar negeri. (agus)












