PADANG – Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali memberikan bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu melalui Program Unggulan (Progul) Padang Juara pada tahun ajaran 2026/2027.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan bantuan tersebut diperuntukkan bagi siswa yang masuk kategori desil 1–5 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Seragam gratis diberikan bagi murid yang tidak mampu, khususnya yang masuk DTSEN desil 1 sampai 5 dan kategori MBR untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs negeri maupun swasta,” ujar Yopi, Rabu (2/9/2026).
Bantuan diberikan kepada siswa kelas I SD/MI dan kelas VII SMP/MTs. Setiap penerima mendapatkan enam stel seragam lengkap, yakni seragam wajib, pramuka, batik, olahraga, muslim/muslimah, serta pakaian basiba dan taluk balango.
Seluruh pembiayaan bantuan tersebut bersumber dari APBD Kota Padang.
Untuk jenjang SMP/MTs, pendistribusian seragam dilakukan setelah proses pengadaan melalui mekanisme lelang. Data penerima beserta ukuran seragam telah tersedia. Secara simbolis, bantuan telah diserahkan pada 31 Agustus 2026 dan selanjutnya didistribusikan ke sekolah oleh vendor.
Sementara itu, bantuan seragam untuk jenjang SD/MI masih dalam tahap persiapan. Data penerima terlebih dahulu dipadupadankan dengan data DTSEN dan MBR melalui Dinas Sosial Kota Padang.
Yopi berharap seragam yang telah siap dapat segera disalurkan secara bertahap kepada penerima.
Selain program seragam gratis, Pemko Padang juga meniadakan penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbayar. Sekolah dilarang menjual atau memperjualbelikan LKS kepada peserta didik.
Sebagai gantinya, guru didorong menyusun modul ajar secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai aplikasi maupun mengembangkan bahan ajar sesuai kreativitas dan kebutuhan pembelajaran.
“Khusus LKS, kita tiadakan dan sekolah dilarang menjualbelikan LKS. Kami berharap guru dapat membuat modul ajar dengan menggunakan aplikasi yang tersedia maupun melalui kreativitas masing-masing,” pungkas Yopi. (r)












