BUKITTINGGI – Pemerintah Kota Bukittinggi menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Agam sebagai bentuk solidaritas antar daerah dan respon atas kebutuhan mendesak di lapangan. Bantuan tersebut diserahkan langsung di Pendopo Bupati Agam, Sabtu ( 24/1).
Bantuan yang disalurkan terdiri dari 200 unit kasur, selimut, serta sekitar 200 rice cooker untuk pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana di Kabupaten Agam.
Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan bantuan itu merupakan hasil koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam, sekaligus tindak lanjut dari komunikasi intensif terkait kondisi warga terdampak. Dana pembelian rice cooker berasal dari hasil kegiatan Pacu Kuda yang berhasil menghimpun sekitar Rp43 juta, ditambah dukungan Baznas sebesar Rp24 juta.
“Kami berupaya memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat di lokasi bencana,” ujar perwakilan Pemkot Bukittinggi dalam pernyataannya.
Selain menyalurkan bantuan, Pemkot Bukittinggi juga melaporkan telah melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Kepala BNPB untuk menyampaikan berbagai persoalan kebencanaan di Sumatera Barat.
Dalam pertemuan tersebut, disampaikan pentingnya percepatan pembangunan kantor BNPB yang lengkap dan permanen di kawasan Talao, rencana yang sebenarnya telah bergulir sejak 2016, agar penanganan bencana di wilayah ini dapat berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi.
Terkait dukungan anggaran dari pemerintah pusat, Pemkot Bukittinggi juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri mengenai pemanfaatan dana kepresidenan sebesar Rp4 miliar. Dana tersebut diharapkan dapat dialokasikan untuk pengadaan alat-alat berat sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di daerah penyangga.
Di sisi lain, Pemkot Bukittinggi menyoroti dampak bencana terhadap sektor pariwisata, meskipun wilayah kota tidak terdampak langsung. Menjelang bulan puasa dan Lebaran, pemerintah kota meminta Polda Sumatera Barat agar akses di jalur Lembah Anai dapat dibuka dua arah demi kelancaran mobilitas masyarakat dan wisatawan menuju Bukittinggi. Kondisi ekonomi kota wisata, menurut Pemkot, sangat dipengaruhi oleh kelancaran akses dan persepsi keamanan wilayah.
Menanggapi isu infrastruktur yang sempat menjadi perhatian publik, Pemkot Bukittinggi memastikan bahwa perbaikan tanggul di Jalan Sudirman yang sebelumnya viral telah rampung dan kini dapat dilalui dengan lancar. Upaya ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata di kota tersebut. (gdo)












