Pemko Bukittinggi Putuskan Kembali ke Kebijakan Sekolah Enam Hari

Ramlan Nurmatias.

Bukittinggi – Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi memutuskan untuk mengemballikan sistem operasional sekolah menjadi lima hari. Keputusan itu disampaikan langsung oleh Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, keputusan itu diambil setelah melakukan kajian mendalam bersama tim pemerintah daerah serta melibatkan berbagai tokoh masyarakat, guru, dan wali murid. Kebijakan itu merupakan respons atas evaluasi sistem 5 hari sekolah yang dinilai memberikan beban berlebih kepada peserta didik.

Berdasarkan temuan di lapangan, sistem 5 hari membuat waktu pulang sekolah menjadi lebih sore, sehingga siswa merasa kelelahan saat harus melanjutkan pendidikan di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) pada malam harinya.

Baca Juga  Ratusan Mesjid dan Sekolah Jadi Aksi Mulyadi Lawan Corona di Agam dan Bukittinggi

Para guru MDA melaporkan bahwa banyak anak yang mengantuk dan tidak efektif dalam menyerap pelajaran akibat kelelahan fisik. Meskipun dalam survei langsung kepada siswa banyak yang menyatakan lebih menyukai sekolah 5 hari karena alasan waktu bermain yang lebih panjang, pemerintah tetap mengambil langkah ini demi efektivitas pendidikan.

Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan telah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh kepala sekolah untuk mengimplementasikan perubahan ini. Langkah ini diharapkan dapat menyeimbangkan beban belajar siswa antara pendidikan formal dan pendidikan agama di sore atau malam hari. (203)