AROSUKA – Pemerintah Kabupaten Solok bersama unsur TNI, Polri, BPBD, BNPB, OPD terkait, instansi pemerintah dan relawan menggelar rapat evaluasi penanganan bencana banjir bandang di Posko Utama Kabupaten Solok, Minggu (27/9/2026) malam.
Rapat yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut membahas perkembangan penanganan pascabencana, evaluasi pekerjaan yang telah dilakukan serta strategi dan pembagian tugas untuk mempercepat pembersihan dan pemulihan di sejumlah lokasi terdampak.
Kodim 0309 melaporkan pembersihan kawasan perumahan telah mencapai sekitar 80 persen. Sementara di sejumlah kawasan perkantoran, pembersihan terus dikebut dengan mengoptimalkan personel, relawan dan alat berat.
Untuk kegiatan Senin (28/9/2026), disiapkan personel gabungan terdiri dari 150 personel TNI, 80 Polri, 25 TNI AL, 35 Brimob, 40 Satpol PP, 30 Damkar, sembilan BPBD Sawahlunto, lima BPBD Dharmasraya dan 10 BPBD Kabupaten Solok.
Dari TNI AL, pembersihan telah dilakukan di kawasan DPMN dan perumahan masyarakat. Pembersihan perumahan dinyatakan selesai, namun masih membutuhkan penyemprotan air untuk membersihkan sisa lumpur di bahu jalan. Sementara kawasan DPMN masih terkendala banyaknya batu dan material lumpur.
Personel Brimob mendorong optimalisasi relawan untuk membantu pembersihan kawasan perkantoran. Penggunaan alat juga diminta dikendalikan agar seluruh peralatan dapat beroperasi maksimal.
Progres pembersihan Kantor Inspektorat mencapai sekitar 80 persen, sedangkan kawasan DPRD Kabupaten Solok dijadwalkan dibersihkan pada Senin. Alat berat yang sebelumnya terkonsentrasi di kawasan perumahan selanjutnya diarahkan ke kawasan perkantoran.
Polres mengingatkan agar pengerahan alat berat diiringi ketersediaan dump truck sehingga material hasil pembersihan dapat segera diangkut dan tidak menumpuk.
Dukungan Alat Berat dan Damkar
Satpol PP dan Damkar turut memperkuat penanganan, dengan dukungan Damkar Kota Bukittinggi, Kabupaten Sijunjung dan Kota Sawahlunto. Untuk kegiatan berikutnya disiapkan 40 personel Satpol PP dan 30 personel Damkar.
Kebutuhan operasional BBM hingga saat ini mencapai sekitar 1.500 liter.
Dinas Pekerjaan Umum menyampaikan, BPJN saat ini mengoperasikan empat alat berat untuk pembersihan kawasan DPRD, gerbang Kantor DPRD dan perumahan. Penggunaan sejumlah alat berat juga mendapat perpanjangan selama tiga hari.
Selain pembersihan, pekerjaan diarahkan pada drainase, bahu jalan dan normalisasi sungai bersama Balai Wilayah Sungai (BWS). Terdapat tambahan lima dump truck serta alat berat, termasuk excavator untuk sejumlah OPD.
Pekerjaan di Sekretariat DPRD, Inspektorat Daerah dan Dinas Pariwisata dijadwalkan pada Senin. Masing-masing OPD juga diminta menyiapkan administrasi penanganan dalam situasi tanggap darurat.
DLH menggunakan tiga unit truk untuk mengangkut sampah dan material hasil pembersihan ke empat titik, yakni kawasan Polres Arosuka, Jalur Dua Roda Minang, THKW dan Jorong Lubuk Selasih. Untuk mempercepat pengangkutan, direncanakan penambahan enam dump truck.
Pengungsi dan Pelayanan Kesehatan
Dinas Sosial melaporkan sekitar 30 jiwa masih mengungsi di rumah Wakil Bupati, sementara pengungsi di Guest House telah kembali ke rumah masing-masing. Sebagian warga lainnya melakukan pengungsian secara mandiri.
Untuk kebutuhan konsumsi telah disiapkan sekitar 1.900 bungkus makanan, termasuk sembako bagi warga Perumahan Griya dan personel TNI. Dapur umum juga mendapat dukungan dari Dinas Sosial Provinsi.
Dinas Kesehatan melaporkan dua pasien masih dirawat di RSUP M Djamil Padang dan sembilan orang mengalami luka ringan. Pendataan dan penanganan kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui, terus dilakukan.
Keterbatasan air bersih masih menjadi kendala. Selain pelayanan kesehatan, trauma healing juga dilakukan di Pos Pemuda bagi masyarakat terdampak.
Perbaikan Jaringan Air
PDAM melaporkan kerusakan pipa utama mulai dari Perumahan Kayu Aro hingga kawasan perkantoran. Perbaikan terus dilakukan setelah berkoordinasi dengan kepala balai untuk pengadaan pipa.
Pengerjaan pipa di depan Kantor Bupati masih terkendala peralatan dan pemindahan material batu. Aliran air ke kawasan perkantoran ditargetkan kembali normal pada Senin, dengan dukungan tujuh orang dari PT Wijaya Karya.
Sementara kebutuhan air masyarakat dipenuhi melalui distribusi menggunakan mobil tangki.
72 Rumah Terdampak
Dinas PUPR mencatat 72 rumah terdampak, terdiri dari 18 rumah rusak berat, 11 rusak sedang, 39 rusak ringan, satu rumah terendam dan tiga rumah dalam kondisi rawan.
Data tersebut telah divalidasi bersama pihak nagari dan selanjutnya diverifikasi bersama Forkopimda. Data akan ditindaklanjuti melalui SK Bupati, termasuk untuk kebutuhan Dana Tunggu Hunian (DTH).
BPBD dan BNPB Perkuat Penanganan
BPBD mendapat tambahan tiga dump truck dan mendorong ASN, khususnya pegawai dari kantor yang terdampak, untuk ikut membersihkan fasilitas masing-masing.
KSB yang sebelumnya bertugas di kawasan perumahan juga diarahkan membantu pembersihan perkantoran. Peralatan semprot BPBD akan digunakan untuk mendukung pembersihan kawasan tersebut.
Sementara BNPB melakukan kajian menggunakan aplikasi InaRISK di kawasan perumahan untuk melihat risiko dan kondisi wilayah terdampak. BNPB juga menyoroti kendala BBM yang menyebabkan sejumlah alat berat belum dapat bekerja optimal.
Selain pembersihan, penanganan difokuskan pada normalisasi sungai dan pemenuhan kebutuhan Dana Tunggu Hunian.
Pemerintah Kabupaten Solok bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan evaluasi secara berkala guna mempercepat pemulihan kawasan perumahan, perkantoran, fasilitas umum, drainase, jalan dan sungai serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat tertangani. (Yen)












