Agam  

Pemkab Agam Normalisasi Sungai di Bukik Batabuah

BNPB bertemu BUpati Agam di lokasi bencana

AGAM – Pemerintah Kabupaten Agam mempercepat penanganan dampak bencana banjir lahar Gunung Marapi yang terjadi pada Jumat lalu. Selain telah melakukan upaya-upaya awal, Pemkab Agam juga akan melakukan langkah-langkah lanjutan untuk mengurangi risiko bencana tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam yang juga menjabat sebagai Ex Officio Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Edi Busti, mengatakan pada Senin (8/4) bahwa penanganan lanjutan akan mencakup normalisasi sungai yang menjadi jalur aliran lahar. Selain itu, pembangunan jembatan dengan konstruksi mitigasi bencana juga akan segera dilakukan dan tidak boleh ditunda.

“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), dan jika pembangunannya tidak dapat diakomodasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maka akan segera disusun proposal untuk diajukan ke pemerintah pusat,” ungkapnya.

Edi Busti menekankan pentingnya percepatan pembangunan ini agar dapat dilaksanakan dengan cepat dan mengurangi kekhawatiran warga jika hujan kembali mengguyur daerah tersebut.

“Saatin ini, di bawah jembatan ada tiang penyangga. Ketika debit air meningkat, risiko banjir lahar dingin seperti yang terjadi Jumat lalu akan berkurang,” tambahnya.

Selain itu, Edi Busti juga menyoroti perlunya rapat khusus dengan pemerintah kecamatan dan nagari untuk membahas lokasi pembuangan sedimen yang dibawa oleh banjir. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya dampak yang lebih parah akibat banjir lahar dingin di masa mendatang. (r)