Limapuluh Kota – Kabupaten Limapuluh Kota merupakan daerah yang belum memiliki hotel berbintang. Sebagai salah satu daerah yang belum memiliki hotel berbintang itulah, daerah itu memaksimalkan keberadaan homestay untuk menampung wisatawan yang ingin menginap di daerah itu.
Kabid Pariwisata Disparpora Kabupaten Limapuluh Kota Ali Hasan, kepada wartawan, Selasa (20/9), mengatakan, saat ini di Limapuluh Kota terdapat sebanyak 128 homestay. “Rinciannya, sebanyak 112 homestay berada di kawasan Kecamatan Harau dan 16 lain di kawasan Kampuang Saribu Gonjong (Sarugo), Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh,” ujarnya.
Menurutnya, tingkat hunian homestay yang ada di Limapuluh Kota terbilang baik. Dimana rata-rata tingkat hunian itu mencapai 80 persen. “Wisatawan cukup nyaman menginap di homestay, apabila diberikan pelayanan maksimal,” tambahnya.
Dikatakan, dengan banyaknya homestay di Limapuluh Kota maka diperlukan tata kelola baik, agar memberikan dampak terhadap ekonomi masyarakat serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak. “Untuk itu telah dilaksanakan pelatihan tata kelola dan digitalisasi homestay terhadap pengelola homestay. Pelatihan itu diharapkan mampu meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan yang datang ke Limapuluh Kota,” katanya.
Dalam pelatihan yang dilaksanakan di Desa Wisata Kampung Minang Nagari Sumpu, Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, ikut sebanyak 20 orang pelaku usaha homestay dari Kecamatan Harau. Dengan rincian, 16 pelaku homestay dari Kampuang Sarugo dan empat orang pemuka masyarakat Limapuluh Kota.
Bertindak sebagai narasumber adalah Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, dengan materi gambaran pengelolaan homestay berbasis pariwisata halal. Dinas Pariwisata Tanah Datar dengan materi pertumbuhan homestay di Tanah Datar, Praktisi Pariwisata dari Tim SANAK Sumbar, Yuliza Zen dengan materi strategi pengelolaan homestay di desa wisata.
“Hadir juga pihak Bank Nagari dengan materi mengenal QRIS dan sistem kerjanya, Akademisi UNP dengan materi SOP pengelolaan homestay. Selain itu, Ketua persatuan homestay Sumatera Barat (PHSB) dengan materi administrasi dan teknis pelayanan homestay, dan Wasekjen DPP IHSA dengan materi pemasaran homestay di desa wisata,” pungkas Ali Hasan. 207












