Pemerintah Jamin Harga Sembako Tetap Stabil Hingga Ramadhan

oleh -378 views
Tim Kemendag RI, bersama jajaran pemprov Sumbar memantau harga sembako di Pasar Raya Padang Kamis (11/4). Yuke

PADANG-Satu bulan jelang Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Raya Padang terbilang stabil. Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia memastikan harga di pasar tradisional dan ritel modern di Sumbar tetap terjaga stabil hingga memasuki bulan suci pada Mei mendatang.

Pantauan Tim Kementerian Perdagangan RI, bersama jajaran pemerintah provinsi Sumbar dan pihak terkait lain di sejumlah titik di Padang terdapat beberapa komoditi yang naik. Seperti ayam potong dan bawang merah.

Ayam potong dari Rp18.500 perkilogram naik menjadi Rp21.500 perkilogram, bawang mewah pada Maret lalu Rp23.000 perkilogram kemarin naik menjadi Rp32.000 hingga Rp35.000 perkilogram.

Menurut Aulia, salah seorang pedagang sembako mengatakan kenaikan harga bawang dipicu karena stok yang mulai berkurang.

“Ya harga bawang sudah naik sejak awal April lalu, karena stoknya berkurang dari bulan sebelumnya,” katanya pada Singgalang, di sela-sela pantauan harga tim Kemendag Kamis pagi (11/4).

Sementara, harga sembako lainnya yang hingga kemarin masih stabil yakni daging sapi, masih dijual Rp120.000 perkilogram, kemudian telur ayam buras Rp1300 perbutir atau Rp39.000 per lapiak.

Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional, Dody Edward, Kamis (11/4) saat memantau harga di Pasar Raya mengatakan, turunnya tim ke pasar tradisional untuk memantau langsung harga sembako.

“Pemerintah tidak ingin ketika masuk bulan Ramadhan, ibu-ibu pada susah memikirkan harga-harga yang naik. Makanya kami pantau dari sekarang dan kami pastikan harga stabil sekarang ini akan terus berlangsung hingga Ramadhan dan Lebaran,” katanya didamping Asisten II Setdaprov Sumbar, Benny Warlis, Kadis Perindag Sumbar, Asben Hendri, Kabid Perdagangan Disperindag Sumbar, Ridonald.
Untuk memastikan stabilnya harga sembako hingga Ramadhan mendatang, pihaknya dari Kemendag dan jajaran provisi Sumbar serta pihak terkait lain melakukan koordinasi satu sama lain. Mulai dari dinas perdagangan, pertanian, pangan, peternakan, bulog dan lainnya.

“Dari pantauan kita saat berkunjung ke Pasar Raya Padang, harga berapa komoditi bahan pokok pada umumnya masih berada pada harga yang stabil dan terkendali serta pasokan masih tersedia dengan cukup,” ujar

Dikatakannya, untuk cabai harga sudah menurun hingga harga Rp18 ribu per kilogram dan itu sudah turun dibandingkan sebelumnya. Kemudian, harga daging juga stabil dikisaran Rp120 ribu, begitu pun telur dan ayam ikut stabil.

Lebih lanjut kata Dody, kepada para pedagang untuk tidak menaikan harga komoditi, dan pihaknya bersama stakholder terkait akan terus lakukan pemantauan harga komoditi yang dijual pedagang sesuai dengan harga yang ada.

Kemudian, kita akan pastikan pasokan komoditi tetap terjaga, jika terjadi kekurangan pasokan akan meminta pasokan dari luar Provinsi.

“Kita pastikan pasokan didaerah tetap ada, jika kurang akan dikirim dari daerah tetangga. Kita ingin pastikan semua pasokan aman,” ulasnya.

Ditambahkannya, pemerintah selama 3-4 tahun ke belakang sukses menjaga inflasi tetap terkendali dibawah dari target yang ditetapkan. Maka ini menjadi pedoman bersama untuk melakukan monitoring harga secara signifikan untuk menjaga inflasi tetap terjaga.

“Bahkan, dinas terkait didaerah bersama Bulog pasti sudah melakukan antisipasi harga ini, salah satu upaya yakni, melakukan operasi pasar dan dibeberapa daerah melakukan pasar murah sehingga harga terjamin dan pasokan terjaga,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga memastikan pasar ritel modern tetap menjaga harganya, sebab jika pasar ritrel modern menaikan harga akan berimbas ke pasar tradisional, ini yang mesti dijaga memastikan pasar ritel modern harga tetap terkendali karena berdampak bagi pasar tradisional.

Sementara itu, Asisten II Setdaprov Sumbar, Benni Warlis, mengungkapkan, Pemprov Sumbar akan terus melakukan monotoring komoditi harga bahan pokok ini, terutama berkoordinasi dengan OPD terkait serta Pemerintah Kabupaten dan Kota guna mengantisipasi gejolak kenaikan harga menjelang bulan Ramadhan ini.

Apalagi kata Benni, masyarakat dibulan Ramadhan lebih banyak melakukan aktivitas berbelanja dari hari biasanya, apalagi masyarakat cenderung saat berbuka mengkonsumsi makanan yang terhidang, sehingga setiap tahun ketika masuk bulan ramadhan masyarakat gamang dengan peningkatan harga.

“Ini yang ingin kita pastikan untuk menjaga keseimbangan harga dan pasokan yang ada. Masyarakat meraskan harga terjangkau, dan petani juga diuntungkan,” tukasnya.

Kepala Dinas Perindustrian Sumbar, Asben Hendri mengatakan, pantauan harga sembako jelang Ramadhan selalu dilakukan pemerintah provinsi setiap tahunnya.

Dalam kesempatan itu, Kemendag juga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Pangeran Hotel terkait kebutuhan dan harga bahan pokok bersama dengan stakholder terkait, Bulog, Satgas Pangan, Pemprov Sumbar, dan lainnya, Dan, Jumat (12/4) jajaran Kemendag juga akan memantau harga di Pasar Bawah Bukittinggi. (107/104)

Loading...