AGAM – Kondisi di Jorong Galudua, Nagari Koto Tua, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, pada Jumat (28/11) pagi masih belum sepenuhnya pulih menyusul luapan besar Batang Air Sungai Tua dalam beberapa hari terakhir.
Meskipun debit air dilaporkan telah sedikit menurun dibandingkan puncaknya, air sungai di lokasi ini masih meluap ke badan jalan dan pemukiman warga, meninggalkan sisa material bencana.
Pantauan di lapangan menunjukkan, warga setempat sejak pagi telah bahu-membahu melakukan aksi gotong royong membersihkan sisa-sisa material yang terbawa arus banjir bandang (galodo). Fokus utama pembersihan adalah menyingkirkan timbunan batu dan material lain dari badan jalan utama serta perkarangan rumah warga.
Material ini diketahui dibawa oleh luapan deras Sungai Tua akibat tingginya curah hujan di hulu.
Kemacetan di Simpang Galudua
Akses lalu lintas di Simpang Galudua yang menghubungkan Padang Lua dan Balingka itu mengalami kemacetan. Kemacetan ini disebabkan oleh kondisi air luapan batang Tua masuk ke jalan.
Pengendara harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur ini, sehingga pergerakan kendaraan menjadi sangat lambat.
Luapan air yang masih menggenangi jalan raya di titik Simpang Galudua tidak hanya memperlambat mobilitas, tetapi juga menjadi peringatan akan potensi bahaya susulan mengingat cuaca di wilayah Agam dan sekitarnya masih tidak menentu.
Pemukiman Masih Terdampak
Selain badan jalan, sejumlah pekarangan dan rumah warga di sekitar aliran sungai masih terendam atau dipenuhi lumpur dan material batu.
Pihak nagari dan relawan terus mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama di malam hari, dan mengutamakan keselamatan jiwa di tengah upaya pembersihan dan pemulihan pasca-bencana.
Upaya penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk penyaluran bantuan dan alat berat untuk mempercepat pembersihan material yang lebih besar, sangat diharapkan untuk memulihkan akses dan kehidupan normal warga Jorong Galudua. (Gindo)












