BATUSANGKAR – Pembangunan Masjid Baburrahim Nagari Batu Basa Kecamatan Pariangan dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Wabup Richi Aprian.
Direncanakan masjid megah di Nagari Batu Basa ini berlantai tiga menelan biaya sebesar Rp 21,3 miliar, nantinya lantai dasar dijadikan basement, lantai kedua dan ketiga sebagai tempat kegiatan umat dan ibadah.
“Masyarakat Nagari Batu Basa bercita-cita masjid ini nantinya bakal jadi pusat pendidikan, religi dan wisata dakwah,” kata Panitia Pelaksana Pembangunan Holanda Rahmat saat peletakan batu pertama kemarin.
Sementara, Wabup Richi Aprian Wabup berharap pembangunan yang tengah dilakukan berjalan seiring dengan nilai-nilai esensial masjid.
“Pembangunan masjid ini harus dibarengi dengan kegiatan di dalamnya, saatnya masjid tidak hanya untuk ibadah saja, lebih daripada sebagai pusat kegiatan keagamaan dan keilmuan juga harus berjalan. Harapan saya didalamnya nanti ada kegiatan majelis taklim, remaja masjid, perpustakaan masjid, program sosial, dan berbagai kegiatan lain,” ujar Richi Aprian.
Ia menyatakan mengapresiasi berbagai kegiatan keagamaan yang dilakukan masyarakat, karena berperan besar dalam mendorong terwujudnya Tanah Datar madani berlandaskan Adat Basandi Sarak-Sarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
“Untuk mewujudkan tujuan tersebut tentu tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, masyarakat dan semua harus saling bahu-membahu,” timpalnya.
Sementara, Gubernur Mahyeldi Ansharullah menilai Tanah Datar sangat serius merekonstruksi nilai-nilai ABS-SBK.
“Nampak jelas dari semangat masyarakatnya baik di ranah dan rantau serta jajaran pemerintahnya. Hal ini juga sesuai dengan visi kita di provinsi saat ini,” ungkap Mahyeldi.
Saat itu dilakukan pelepasan 43 ribu bibit ikan gariang ke aliran sungai yang berada di sekitar masjid. (ydi)












