Pembangunan Infrastruktur di Dharmasraya Terus Dipacu

  • Whatsapp
Jembatan Pulai, salah satu hasil pembangunan Pemkab Dharmasraya. (roni aprianto)

DHARMASRAYA – Agaknya, masyarakat di wilayah 10 kecamatan patut berucap syukur dan terimakasih kepada Bupati Dharmasraya periode 2015- 2020. Dimana pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut terus dipacu.

Kecamatan yang dimaksud adalah, Kecamatan Sembilan Koto Silago, Pulau Punjung, Sitiung, Koto Baru, Koto Salak, Tiumang, Koto Besar, Kecamatan Sungai Rumbai, Timpeh, dan Padang Laweh

Bacaan Lainnya

Tahun 2021 mendatang telah diprogram pemeliharaan jalan Simpang 14- Baru Rijal, Kecamatan Koto Baru, Kecamatan Padang Laweh sepanjang 8,3 kilometer dengan nilai dana Rp12 miliar.

Kemudian peningkatan jalan Marga Makmur- Marga Jaya, Kecamatan Timpeh sepanjang 3,05 kilometer dengan dana Rp6,1 miliar, pemeliharaan jalan Blok C- Simpang 14, Kecamatan Koto Baru dengan anggaran Rp2,2 kilometer.
Selanjutnya peningkatan jalan Tanjung Alam- Sungai Limau, Kecamatam Asam Jujuhan sepanjang 3,2 kilometer dengan dana Rp6,4 miliar.

“Pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur jalan di wilayah tersebut sudah kita usulkan ke pemerintah pusat melalui DAK. Nilainya kurang lebih Rp28,3 miliar,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) Dharmasraya, Ir.Junaidi Yunus didampingi Kasi Pembangunan Jembatan, Daniel, ST kepada Topsatu.com, Rabu (14/10).

Selain itu, lanjut Ir.Junaidi, pada tahun 2020 ada lima paket pembangunan infrastruktur dijadwal ulang pembangunannya tahun 2021 lantaran adanya kebijakan refocusing dimasa pandemi Covid-19.

“Lima paket proyek tersebut berada di Kecamatan Sembilan Koto Silago, Pulau Punjung, Sitiung, Koto Baru, Koto Salak, Tiumang, Koto Besar, dan Sungai Rumbai. Besaran dananya kurang lebih Rp26 miliar,” terangnya.

Kata Junaidi, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah secara bertahap. Pembangunan infrastruktur berdampak pada kemajuan daerah dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Dana yang dikucurkan untuk infrastuktur ini bersumber dari APBN dan APBD,” pungkasnya.

Terpisah salah seorang warga Dharmasraya, Herman mengatakan, sudah sepatutnya warga Dharmasraya bersyukur atas kemajuan pembangunan yang ada. Apabila dibandingkan dengan kabupaten yang mekar bersamaan dengan Dharmasraya. Kemajuan Kabupaten Dharmasraya lebih unggul, terutama di bidang infrastruktur.

“Alangkah baiknya warga Dharmasraya memberikan kesempatan satu periode lagi kepada pemerintahan sekarang ini,” pungkasnya. (roni)

Pos terkait