Agam  

Pembangunan Huntap 440 unit dimulai di Agam 

Agam – Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M., Dt. Tan Batuah, meninjau pengerjaan pematangan lahan (land clearing) untuk pembangunan 440 unit Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana, di Padang Mardani, Nagari Manggopoh, Senin (12/10).
Peninjauan tersebut dihadiri oleh Kapolres Agam AKBP Masnoni, S.I.K., M.M., Danyonif TP 897/Singgalang Mayor Inf Saor Jonathan Lumbanbatu, S.S.T.Han., S.I.P., M.H.I., Sekda Kabupaten Agam, Camat Lubuk Basung Ricky Eka Putra, S.STP., M.M., jajaran Forkopimda, serta para kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Agam.
Bupati Agam, Benni Warlis, menegaskan, peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan persiapan lahan berjalan lancar dan sesuai regulasi yang berlaku, sehingga pembangunan fisik dapat segera dimulai oleh Kementerian PKP.
“Pelaksanaan land clearing untuk pembangunan 440 unit Huntap di atas lahan yang disiapkan yakni Kementerian PKP sebanyak 280 unit dan Budha tzuchi 160,” katanya.
Setelah pembersihan lahan selesai, Kementerian PKP akan melakukan pembangunan fisik agar saudara-saudara kita yang saat ini masih di pengungsian bisa segera menempati rumah yang permanen dan layak.
Guna menghindari kesimpangsiuran di tengah masyarakat, pelaksanaan land clearing ini telah melalui tahapan musyawarah serta pendekatan kearifan lokal yang transparan.
Sebelumnya, telah dilaksanakan serangkaian rapat mediasi yang melibatkan Camat Lubuk Basung, Kerapatan Adat Nagari (KAN) Manggopoh, para Niniak Mamak Pemangku Adat, Polres Agam, serta unsur masyarakat/petani penggarap. Dalam proses tersebut, pihak Niniak Mamak Manggopoh bersama KAN menegaskan status lahan ulayat tersebut dan telah menyerahkan sepenuhnya proses land clearing kepada pemerintah sesuai dengan aturan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten Agam bersama Forkopimda dan Niniak Mamak telah menyepakati untuk tetap melanjutkan tahapan pembangunan demi kepentingan bersama dan keselamatan warga korban bencana, serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.
Kawasan Padang Mardani dirancang menjadi pusat pertumbuhan baru yang terintegrasi.
Selain pembangunan Huntap seluas 10 hektar (termasuk area prioritas pembangunan Huntap 8 Ha), di lokasi yang sama juga disiapkan lahan seluas 10 hektar untuk Sekolah Rakyat serta berdampingan dengan markas Batalion.
“Kawasan ini sangat strategis dan kontur tanahnya datar. Kehadiran Huntap, Sekolah Rakyat, dan Batalion tentu akan menjadikan daerah ini ramai dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” katanya.
Melalui komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Agam, TNI-Polri, Niniak Mamak KAN Manggopoh, dan Kementerian PKP, percepatan pembangunan Huntap ini diharapkan berjalan aman, kondusif, dan tepat waktu demi memulihkan kehidupan warga terdampak bencana.
Terkait dengan adanya tali asih atas dampak penggunaan lahan pertanian yang ditanami jagung oleh masyarakat masih dalam proses penanganan pihak berkompeten.
Salah seorang petani jagung, Sarwani (55) berharap adanya penggantian tanaman terdampak pembangunan gedung tersebut sesuai menurut semestinya.(210)
Teks photo
Lahan – Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M., Dt. Tan Batuah, meninjau pengerjaan pematangan lahan (land clearing) untuk pembangunan 440 unit Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana, di Padang Mardani, Nagari Manggopoh, Senin (12/10).- ist
Baca Juga  Sebanyak 21 Murid TK Nagari Koto Malintang Kunjungi Polres Agam