“Pelang Ada Ponton lewat”, Kata-kata Terakhir Ari Sebelum Hilang Tenggelam

GAYUNGKIRI – Nizar alias Ari (50), Nelayan Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir dinyatakan hilang setelah dilaporkan ternggelam sejak Sabtu dinihari (30/8/2025) di perairan Desa Sungai Gayung Kiri, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Pencarian pun dilakukan. Namun hingga kini masih belum ketemu.

Kejadian ini diawali ketika Ari bersama Sujono alias Pelang (30) pergi mengecek gumbang (jaring udang). Menggunakan pompong milik Apoi, mereka pergi ke perairan desa tetangga, Desa Gayung Kiri sekitar pukul 20.00 Wib. Karena gumbang dipasang di sana.

Setelah selesai, berniat kembali sambil menunggu air laut pasang. Saat itu sekitar Pukul 01.00 Wib dinihari. Pelang di dalam kamar mesin. Ari sedang di luar.

Tiba-tiba Ari terkejut ada tugboat dan tongkang yang posisinya sudah sangat dekat. Ari lantas berteriak kepada kawannya “Pelang Ada Ponton Lewat”.

Pelang berusaha menghidupkan mesin. Supaya bisa menghindari. Ari berusaha melepaskan tali kapal yang tertambat. Namun sudah terlambat.

Baca Juga  Gas Melon Langka Lagi di Selatpanjang, "Pelaku" Masih Sama

Sisi kanan pompong sudah dihantam ponton. Kapal sempat oleng dan miring. Namun air sudah masuk hingga akhirnya karam.

Pelang langsung saja terjun ke laut. Ia tidak melihat Ari. Ia berusaha memanggil, tapi tak ada balasan.

Pelang menjerit-jerit minta tolong sekuat-kuatnya. Dengan membawa pompong, Pijan (60) dan Rian (28) langsung berusaha membantu setelah mendengar jeritan. Pelang berhasil diselamatkan. Namun Ari belum juga ditemukan.

Mereka lalu berusaha mengejar Kapal Tugboat yang menarik ponton. Setelah berhasil disusul, Pelang meminta ABK (anak buah kapal) tugboat membantu upaya pencarian Ari yang belum ditemukan.

Setelah beberapa waktu mereka mencari, Ari tidak juga ditemukan. Pada saat lengah mencari, Kapal Tugboat pembawa tongkang dan ABK nya sudah hilang dan berusaha kabur.

Pencarian Masih Berlanjut

Pagi harinya, pihak-pihak terkait yang sudah mendapatkan kabar, bahwa Ari masih belum ditemukan. Mereka turun langsung untuk membantu upaya pencarian. Mulai dari Badan SAR Nasional (Basarnas) yang dipimpin Kanit Basarnas Kepulauan Meranti, Prima Herrie Saputra, Polsek Rangsang yang dipimin langsung Kapolsek Rangsang Ipda D Turnip, SE, Perangkat Desa Tanjung Medang yang dipimpin Kades Suyanto dan dibantu juga oleh Kades Tanjung Kedabu Miswan.

Baca Juga  Diyakini Bawa Rezeki, Ikan Palmas Laku Rp2,5 Juta per Ekor di Meranti

Bahkan, juga ikut membantu pencarian Ari, Bhabinsa Desa Tanjung Medang, Danposmat Tanjung Samak Prada Rahmad Putra, Personil SatpolAirud Polres Meranti, Anggota BPBD Meranti, Anggota Sat Pol PP Tanjung Samak dan sejumlah masyarakat Desa Tanjung Medang.

Hingga malam hari Ari belum juga ditemukan. Mereka memprediksi sudah meninggal. Namun jasadnya masih terus dicari.

“Untuk hari ini, kita istirahat dulu. Besok akan kita lanjutkan pencarian. Mudah-mudahan segera ketemu,” harap Kanit Basarnas Kepulauan Meranti, Prima Herrie Saputra, Sabtu malam (30/8/2025) mengabarkan lewat gawai.

Tim pencarian bahkan, menginap untuk bisa mulai mencari pagi-pagi sekali. Mereka berharap upaya pencarian pagi ini bisa membuahkan hasil.

Pewarta: Ahmad Yuliar