Pedagang Pasar Raya Padang Pilih KUR BRI: Modal Usaha Terpenuhi dengan Aman

Cara Mudah Mengajukan Pinjaman KUR BRI Online dan Tabel Angsuran September 2023
Cara Mudah Mengajukan Pinjaman KUR BRI Online dan Tabel Angsuran September 2023 (ilustrasi: Topsatu.com/BRI)

PADANG – Arif Pratama, seorang pedagang di Pasar Raya Padang, mengungkapkan pengalamannya saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia pada tahun 2020 lalu. Usahanya hampir bangkrut karena modalnya hampir habis. Meskipun diimingi pinjaman online yang mudah dan cepat, Arif memilih Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI karena dianggap lebih aman.

“Saya tidak tergiur. Saya memilih KUR BRI, karena lebih aman,” ujar Arif pada Selasa (5/12/2003).

Keputusan Arif untuk meminjam KUR BRI ternyata tepat. Usahanya yang membutuhkan modal mendapat kredit dari BRI.

“Saya mengajukan KUR di bawah Rp100 juta. Alhamdulillah dapat,” tutur Arif, yang menjual bahan-bahan harian.

Berbagai Kemudahan

Arif menemukan banyak kemudahan saat meminjam KUR BRI. Salah satunya adalah pencairan yang cepat. Dalam waktu tidak kurang dari 15 hari, KUR yang diajukan sudah cair.

“Kadang ada yang hampir sebulan. Tapi di BRI lebih cepat,” katanya. Selain itu, bunganya rendah sehingga dapat dijangkau oleh nasabah.

Selama masa peminjaman, persyaratan tidak rumit. Petugas bank membantu nasabah menyelesaikan urusannya dengan ramah dan bersahabat.

Baca Juga  Cuma Nonton Video, Uang Gratis Rp100 Ribu Masuk ke DANA, Aplikasi Penghasil Uang Terbaru 2023

Petugas bank di BRI tidak menakut-nakuti atau meneror nasabah. Mereka menjadikan nasabah sebagai teman yang butuh bantuan. Misalnya, saat nasabah kesulitan mencicil angsuran KUR, petugas bank mencari solusi terbaik tanpa membuat nasabah merasa terbebani.

Didukung dengan kualitas jaringan yang mumpuni, nasabah BRI merasa terbantu. “Jaringannya minim gangguan. Transaksi kapanpun baik siang atau malam tanpa gangguan,” tambah Arif.

Keputusan Arif untuk memilih KUR BRI membuktikan bahwa pilihan yang aman dan tepat dapat memberikan manfaat yang besar bagi kelangsungan usaha.

Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi VI asal Sumatera Barat Hj. Nevi Zuairina dalam rapat kerja yang diadakan bersama beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menyerukan agar pemerintah melalui perusahaan-perusahaan negara aktif mendukung Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai upaya strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, penguatan akses keuangan melalui KUR sangat penting untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

“KUR tidak hanya sebagai alat bantu likuiditas bagi UMKM, tapi juga sebagai pendorong aktivitas ekonomi yang lebih luas, menciptakan lapangan kerja, dan ultimately, mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Nevi dalam rapat tersebut.

Baca Juga  Cair Pinjaman hingga Rp500 Juta di Pegadaian untuk Tambahan Modal Usaha, Ini Syarat dan Cara Pengajuannya

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara BUMN dan lembaga keuangan dalam memperluas distribusi KUR. Nevi menyarankan agar ada strategi bersama untuk mempermudah akses KUR bagi pelaku UMKM, termasuk penyesuaian syarat pengajuan yang lebih fleksibel dan peningkatan literasi keuangan.

Selain itu, Nevi juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengelolaan KUR, seperti penggunaan teknologi informasi untuk mempermudah monitoring dan penyaluran kredit.

“Dengan teknologi, kita bisa lebih efisien dan efektif dalam mendistribusikan KUR, serta memastikan kredit tersebut benar-benar berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi,” tambahnya.

Legislator asal Sumatera Barat II ini juga mengapresiasi beberapa BUMN yang telah mengambil inisiatif dalam mendukung UMKM melalui program-program khusus. Namun, Nevi berpendapat masih banyak ruang untuk peningkatan dan kerja sama yang lebih erat antara BUMN dan sektor UMKM melalui skema KUR. (r)