Agam – Ribuan guru se Kabupaten Agam mengikuti Seminar Motivasi Nasional Agam Inspiring Teaching 2026 yang digelar di Gedung UIN Syekh Jamil Jambek, Selasa (28/7).
Kegiatan yang disponsori Promotor Event Gebyar Pendidikan Inspiring Teacher berjalan lancar dan sukses serta peserta sangat antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan yang dilakukan tersebut.
Ketua umum Pengurus Besar PGRI Pusat Dudung Abdul Qadir menegaskan, kegiatan ini merupakan momen penting bagi guru, dengan tema, saya guru millenial berprestasi, artinya ke depan guru guru harus disiapkan guru masa depan, dan masa depan guru.
Karena tantangan semakin kuat dan kemudian kemampuan guru profesional harus ditingkatkan, tetapi juga diinginkan budaya, budaya juga penting.
“Tidak hanya profesional, kami ke Agam juga ingin berbagi mewujudkan guru profesional. Guru yang memiliki trend watching, in visioning, memiliki paradigma berpikir yang cukup terkait dengan profesi guru dan cara berpikir seorang guru,” katanya.
Yang tugas dan fungsinya meningkatkan kompetensi akademis dan non akademis serta karakter.
Sejalan dengan itu, Bupati Agam sangat punya program prioritas terkait pendidikan, bangkit dari surau.
Inilah pendidikan yang sangat kolaboratif, mulai dari sekolah, orang tua, pemerintah dan masyarakat.
“Ini yang ingin kita dorong, bahwa Agam ke depan jadi sebuah kabupaten yang betul betul Indeks Pembangunan Manusia (IPM) nya tertinggi di Provinsi Sumatra Barat dan bahkan bisa menyaingi DKI,” katanya.
DKI 85 IPMnya, dan Agam 76, tinggal sedikit lagi. Dengan dorongan itu, kolaborasi semua pihak, termasuk dari kalangan insan pers. Karena yang akan menentukan masa depan bangsa adalah juga kalangan wartawan, mengukir tinta emas peradaban Kabupaten Agam.
Selain itu, permasalahan yang terjadi terkait dengan guru adalah status guru, kesejateraan guru, pemerataan guru dan kualitas guru.
“PGRI mendorong, tidak lagi ada status guru yang beda beda, kita ingin satu nama guru, hanya guru PNS, tidak ada lagi PPPK, apalagi PPPK paruh waktu,” katanya.
Jadi harusnya, kalau guru yang dimiliki pemerintah, harus satu, yaitu guru PNS.
Juga guru yang dikelola oleh masyarakat, yakni guru swasta dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan nasional.
Pemerataan guru juga perlu dibuatkan pemetaannya, dan dilakukan mutasi yang manusiawi, tidak bersifat politis.
Selain itu, kini kesejateraan guru kita masih terindah se Asia Tenggara, karena harus ditingkatkan ke depan.
“Kami sedang berjuang, ingin menjadikan profesi guru jadi profesi nomor satu, sehingga anak-anak hebat di SMA dipersiapkan melanjutkan pendidikan guru hebat, seperti Singapura dan Finlandia,” katanya.
Dalam hal ini Bupati Agam Benny Warlis memberikan apresiasi luar biasa terhadap kegiatan yang dilakukan oleh TV One bersama PWI dan pemerintah. Dan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas dan kapasitas guru ke depannya.
“Dan juga kegiatan ini melalui narasumber pada materi ESQ sejalan dan senyawa dengan program pemerintah yaitu bangkit dari surau dan turut memberikan kemudahan dalam mendorong peningkatan kapasitas guru menjalankan tugasnya mencerahkan anak didiknya,” katanya.
Juga , Kepala Dinas Pendidikan Agam, Andry juga terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dengan melakukan seminar pendidikan, sehingga guru semakin meningkatkan kualitasnya dalam menjalankan tugas sebagai guru di hadapan muridnya.
“Tentunya program ini akan dijadikan agenda rutin, baik dilakukan secara mandiri atau bekerjasama dengan lainnya,” katanya.
Herdinal-Promotor Event Gebyar Pendidikan – Agam Inspiring Teacher 2026, menjelaskan, peningkatan kompetensi juga membantu guru dalam mengembangkan keterampilan manajerial, meningkatkan keterlibatan siswa, dan membentuk karakter siswa yang lebih baik.
“Dalam memasuki tahun ajaran baru 2026/2027 Indonesia Inspiring Teacher berkerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Agam dan didukung Persatuan Wartawan Indonesia serta media TV One mengadakan sebuah Gebyar Pendidikan – Agam Inspiring Teacher 2026 dalam bentuk sebuah acara Seminar Motivasi Nasional Mandiri,” katanya.
Diharapkan kegiatan ini mampu mengangkat kompentensi guru se Kabupaten Agam.
Sedangkan Ketua PWI Sumbar yang diwakili Syaiful Husein menjelaskan, peran pers dalam memajukan dunia pendidikan,
“Setidaknya ada 4 Pilar Kontribusi Media dalam dunia pendidikan, yaitu memberikan Informasi: Menyebarluaskan kebijakan, beasiswa, dan program pendidikan, edukasi dengan menyajikan pengetahuan, artikel ilmiah, dan wawasan sains populer,”katanya.
Selain itu menjadi sebagai kontrol sosial, dengan mengawasi penggunaan anggaran (BOS) dan mutu sarana pras arana, serta memberikan apresiasi dengan mendorong motivasi dengan meliput prestasi siswa, guru, dan sekolah.
Diharapkan dengan kemitraan yang dilakukan di dunia pendidikan mampu menyiapkan pintu komunikasi satu pintu yang responsif, mengajak pers meliput pameran karya, pentas seni, dan prestasi siswa, sekaligus mengirimkan artikel inspiratif karya guru/siswa ke media lokal & nasional.(*)












