Payung Masjid Nabawi, Teduhkan Hati Umat

  • Whatsapp
Wartawan Harian Singgalang, Gusnadli

Gusnaldi Saman – Madinah

MADINAH-Payung berwarna emas itu, sungguh indah. Payung berdaun lebar, menghiasi pelataran Masjid Nabawi. Tak hanya pelindung dari sengatan matahari, tapi juga meneduhkan hati umat.

Payung-payung itu mekar saat siang hari, bak bunga. Indah dipandang mata. Jemaah yang datang dari berbagai belahan dunia, pun kagum dengan keindahannya.

Tak terkecuali bagi rombongan jemaah umrah Rindu Baitullah dari Padang, yang sejak Senin (30/9) subuh, pun sudah meneduhkan hatinya di kawasan suci Nabawi itu.

“Masya Allah, sungguh indah dan menenangkan hati,” ujar Mawardi, salah seorang jemaah.

Ya, arsitektur Masjid Nabawi sekarang sungguh cantik. Dari masa ke masa, mengalami beberapa kali renovasi hingga bentuknya seperti sekarang.

Masjid Nabawi adalah sebuah masjid yang didirikan  langsung oleh Nabi Muhammad SAW, berlokasi di pusat Kota Madinah, Arab Saudi. Masjid Nabawi merupakan masjid ketiga yang dibangun dalam sejarah Islam dan kini menjadi salah satu masjid terbesar di dunia. Masjid ini menjadi tempat paling suci kedua umat Islam, setelah Masjidil Haram di Mekkah. Masjid ini dibuka setiap hari. Tak siang, tak malam, atau bukan saat waktu shalat fardhu saja, tapi setiap denyut waktu, selalu ramai.

Masjid ini sebenarnya merupakan bekas rumah Nabi Muhammad yang dia tinggali setelah hijrah ke Madinah pada 622 M. Bangunan masjid sebenarnya dibangun tanpa atap. Masjid pada saat itu dijadikan tempat berkumpulnya masyarakat, majelis, dan sekolah agama. Masjid ini juga merupakan salah satu tempat yang disebutkan namanya dalam Alquran.

Semua terlihat indah dan nyaman. Termasuk payung-payung di pelataran masjid itu. Dan, banyak pula yang mengabadikan kawasan tersebut. Jelang atau usai shalat, begitu juga saat ziarah ke sana, banyak jemaah yang berselfi atau berfoto-foto.

Dari berbagai referensi, disebutkan, jumlah payung yang ada di Masjid Nabawi lebih 250 buah. Payung-payung itu terletak di halaman dan beberapa di dalam masjid. Payung-payung itu dirawat dan dibersihkan dari kotoran dan debu. Ada banyak pekerja untuk merawatnya, yang digaji pihak masjid.

Payung raksasa itu, otomatis terbuka sebelum adzan Subuh dan tertutup menjelang maghrib tiba. Payung raksasa berukuran lebar 25 meter dan tinggi 20 meter ini konon  dibuat dengan kerjasama perusahaan Jerman dan Jepang. Pada pinggir payung raksasa, ada pita biru yang mengelilinginya.

Pita itu terbuat dari material khusus, di mana si pita bisa membuat suhu di bawahnya turun 8 derajat Celcius secara otomatis. Di tengah suhu sekitar yang bisa mencapai 45 derajat, tak heran banyak jamaah yang senang berlindung di bawah payung-payung itu.

Di dalam masjid ada beberapa payung di dua tempat berbeda. Di dalam masjid sengaja dipasang payung agar ada sirkulasi udara. Namun, saat musim dingin, payung jarang dibuka,

Proses terbukanya payung hingga sempurna memakan waktu kurang lebih tiga menit. Payung di Masjid Nabawi diimpor dari Jerman oleh Perusahaan Bin Laden Group yg merupakan pemegang proyek payung Masjid Nabawi. Pada awal pembangunannya, proyek ini dinamai Medina Haram. Melibatkan berbagai pihak, termasuk Menteri Perekonomian Arab Saudi, arsitek SL-Rasch, pabrik payung di Jerman, yakni Liebherr dan perusahaan Jepang, Taiyo Kogyo. Payung-payung itu ditempatkan sejak 2010 lalu.

Kain payung di Masjid Nabawi sangat kuat, melebihi kain terpal biasa. Kain ini mampu menahan berat badan dua pekerja yang rutin membersihkan debu dari payung. (*)

Pos terkait