Payakumbuh Siap Ekspor 480 Ton Bumbu Randang ke Arab Saudi

www.ramesia.com

PAYAKUMBUH – Sebanyak 43 Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) tergabung dalam Koperasi Iko Sero Payakumbuh, siap mengekspor 480 ton bumbu randang ke Arab Saudi. Ekspor bumbu randang itu bertujuan untuk kebutuhan makan 120 ribu jemaah haji asal Indonesia, dimusim haji tahun ini.

Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz, yang juga pembina koperasi itu, Kamis (20/2), mengatakan, jumlah ekspor 480 ton bumbu randang tersebut dari asumsi per jamaah mengkonsumsi 2 kilogram randang selama 40 hari.

“Gebrakan Koperasi Iko Sero ini difasilitasi oleh Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) yang sukses menggaet perusahaan katering asal Arab Saudi yakni Al Bait Maamour For Umra Service. Dan ekspor bumbu randang ini merupakan sejarah bagi UMKM Indonesia yang bisa menembus pasar luar negeri,” ujarnya.

Menurut wawako, apalagi untuk persediaan makanan jamaah haji, karena tak bisa sembarangan. Pihaknya hanya mengekspor bumbu dan juru masaknya. Sementara untuk kebutuhan daging, memang tidak mau pakai dari sini tapi lebih bagus dari sana. “Kita ingin menunjukkan ke Menteri Koperasi dan UKM bahwa UMKM kita mampu mandiri. Kalau ordernya sudah jelas begini, pihak swasta diharap mau membantu untuk memfasilitasi termasuk pembiayaan. Jadi selama 40 hari total kita kirim 480 ton bumbu randang,” jelasnya, usai penandatanganan MoU antara Koperasi Iko Sero dengan Al Bait Maamour For Umra Service di Jakarta, kemarin.

Dikatakan Erwin, dalam dua bulan ke depan pihaknya akan mulai produksi. Pihaknya menargetkan bisa memfasilitasi UMKM sebanyak 10 ton per hari.

“Dengan sentuhan teknologi modern, bumbu randang diklaim bisa bertahan selama satu tahun. Tanpa bahan pengawet dan cita rasa yang tidak berubah. Potensi ekspor ke negara-negara lain, kini terbuka lebar. Untuk itu, pihaknya akan menyasar negara-negara yang memiliki tenaga kerja Indonesia, seperti Malaysia dan Hong Kong. Karena ini role model pertama di Indonesia. Harapannya presiden untuk menjaga koperasi dan UMKM tumbuh dengan baik. Ini sebagai pembuka,” katanya. (bule)