PADANG – Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso, kembali memecahkan rekor nasional.
Pada Minggu (1/6) tim di bawah pimpinan dan penanggung jawab Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc,dr, berhasil memeriksa sebanyak 1.625 sample swab yang berasal dari berbagai rumah sakit di Sumatera Barat.
Dari jumlah 1.625 sample yang terperiksa, tujuh diantaranya positif Covid-19.
“Banyaknya angka sample yang diperiksa dr. Andani bersama timnya, merupakan rekor baru pemeriksaan sample swab di Indonesia,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, dalam keterangan persnya, Minggu (14/6).
Disebutkannya, bertambahnya angka pasien positif tujuh orang, menambah jumlah kasus menjadi 681 orang. Tujuh pasien positif itu semuanya dari Kota Padang.
Rincian tambahan
- Pria 75 th, warga Cendana Mato Aia, pekerjaan swasta, diduga terpapar dari menantu tukang ojek, status meninggal dunia,
- Wanita 42 th, warga Kampuang Pondok, pekerjaan karyawan swasta, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara,
- Pria 44 th, warga Kampuang Pondok, pekerjaan karyawan swasta, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara,
- Wanita 48 th, warga Lubuak Lintah, pekerjaan tenaga kesehatan, terinfeksi karena kontak di Pasar Raya, penanganan isolasi mandiri sementara.
- Wanita 30 th, warga Kuranji, pekerjaan tenaga kesehatan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
- Pria 86 th, warga Sawahan, pekerjaan pedagang, terinfeksi karena kontak di Pasar Raya, penanganan isolasi mandiri sementara
- Pria 37 th, warga Alang Laweh, pekerjaan swasta, terinfeksi karena kontak di Pasar Raya, penanganan isolasi mandiri sementara.
Pasien sembuh 12 orang dengan rincian
- Pria 64 th, warga Puruih, pekerjaan pedagang, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RSUD. Rasidin Padang.
- Wanita 60 th, warga Alai Parak Kopi, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RSUD. Rasidin Padang.
- Wanita 42 th, warga Parupuak Tabiang, terinfeksi karena sebagai pedagang pasar raya, pasien karantina Bapelkes.
- Pria 25 th, warga Andaleh, terinfeksi karena sebagai pedagang Pasar Raya, pasien karantina Balai Diklat Keagamaan.
- Pria 38 th, warga Parak Gadang, pekerjaan ASN, terinfeksi karena kontak dengan pedagang Pasar Raya, pasien karantina Balai Diklat Keagamaan.
- Pria 19 th, warga Sawahan Timur, status ex pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien karantina Balai Diklat Keagamaan.
- Batita (laki-laki) 2 th, warga Mato Aia, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien Semen Padang Hospital.
- Pria 65 th, warga Alai Parak Kopi, terinfeksi karena sebagai pedagang Pasar Raya, pasien Semen Padang Hospital.
- Wanita 60 th, warga Pasar Usang Kab. padang Pariaman, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien Semen Padang Hospital.
- Wanita 35 th, warga Padang Padir Kota Padang, pekerjaan dosen, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien Dinkes Kota Padang.
- Wanita 24 th, warga Puruih, status mahasiswa, tidak ada riwayat kontak dan riwayat perjalanan, pasien RSUP. Dr. M. Djamil.
- Wanita 52 th, warga Balai Gadang, pekerjaan pengelola panti asuhan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RSUD. Achmad Mochtar Bukittinggi. Sedangkan pasien meninggal dunia 1 orang
Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 9.389 orang. Proses pemantauan 174 orang, dengan rincian karantina Pemda 6 orang dan 168 orang isolasi mandiri. Selesai pemantauan 9.215 orang.
Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1211 orang. Masih dirawat di berbagai rumah sakit rujukan sambil menunggu hasil lab 30 orang. Dinyatakan negatif, pulang dan sehat 1.181 orang.
Dari total 681 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat, 109 orang dirawat di berbagai RS di Sumbar, isolasi di berbagai fasilitas 119 orang (17,47%), meninggal dunia 30 orang (4,41%). (yuke/yose)












