Pasca Lion Air Jatuh, Warga Ada yang Takut Naik Pesawat

oleh
Ilustrasi. (*)

PADANG –  Jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di Tanjung Karawang Senin (29/10) menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Ada yang trauma takut naik pesawat, ada yang berencana mengganti pesawat dengan tarif mahal dan ada pula yang memilih untuk pakai kendaraan pribadi untuk menempuh perjalanan antar provinsi.

Ita, salah seorang warga Padang mengaku membatalkan niatnya ke Medan menggunakan pesawat. Padahal ada acara keluarga yang harus diikutinya pekan depan.

“Trauma saya melihat kejadian pesawat Lion Air. Saya jadi takut naik pesawat. Rasa-rasa mau jatuh saja pesawat yang mau saya tumpangi. Jadi, saya pilih tidak jadi berangkat dari pada ambil risiko,” bebernya, Rabu (31/10).

Menurutnya, setiap kali ada peristiwa pesawat jatuh, butuh waktu lama baginya untuk mengguatkan hati agar bisa naik pesawat ketika perjalanan jauh. Bertahun-tahun lamanya.

Hal serupa pun diungkapkan sejumlah warga lainnya. Mereka juga trauma melihat pesawat jatuh, apalagi pesawat itu pesawat baru dengan sistim yang canggih.

“Pesawat baru saja seperti itu, bagaimana dengan pesawat lama? Hanya orang orang penerbangan yang tahu, layak atau tidaknya pesawat yang mereka bawa untuk mengangkut masyarakat,” kata Doni.

Harusnya, setiap Lion Air benar-benar memerhatikan kelayakan pesawatnya untuk terbang. Jangan sampai ada istilah kejar target, nyawa penumpang jadi taruhannya,” ujar karyawan swasta itu.

Sementara, warga lainnya mengutarakan lebih baik membeli tiket pesawat yang lebih mahal dibanding pesawat murah. Mengingat nyawa lebih penting dibanding harta yang ada.

“Saya kemarin-kemarin sering naik Lion. Alasannya harga tiket murah, tapi sejak kejadian itu saya jadi trauma dan tidak ingin naik Lion lagi. Biar lah saya naik pesawat yang lebih baik kondisinya, walau tiketnya mahal,” ungkap Yudi, yang juga warga Padang. (yuke)

 

Loading...