PULAU PUNJUNG – Pasar rakyat modern, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Pemkab Dharmasraya, dijadwalkan mulai berfungsi penuh pada, Senin (29/10/2025) ini. Sebelumnya telah dilaksanakan sosialisasi
oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan Perdagangan (Kumperda) dengan sasaran para pedagang dan masyarakat.
Sosialisasi diikuti oleh jajaran Dinas Kumperdag, Satpol PP dan Damkar, Dinas Perhubungan, serta unsur Pemerintah Nagari Sungai Rumbai.
Plt Kepala Dinas Kumperdag Dharmasraya, Nofriadi Roni Puska, mengatakan, relokasi pedagang ke pasar rakyat modern merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor perdagangan.
“Pasar rakyat modern ini dibangun untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang tertata, bersih, dan nyaman bagi masyarakat. Kami mengimbau seluruh pedagang untuk segera menempati kios dan lapak yang telah disiapkan sesuai zonasi masing-masing,” katanya, Senin (20/10/2025).
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya ingin memastikan bahwa seluruh pedagang mendapatkan fasilitas yang layak dan memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan sarana pasar tersebut.
Dengan desain bangunan yang lebih representatif, sistem drainase yang baik, serta area parkir yang luas, diharapkan pasar ini mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di Kecamatan Sungai Rumbai.
Selain pasar harian yang mulai beroperasi pada 20 Oktober, pasar mingguan perdana di lokasi baru akan dilaksanakan pada Jumat, 24 Oktober 2025. Dalam kegiatan sosialisasi juga dibahas berbagai aspek penting, mulai dari pola pengelolaan pasar, mekanisme pembiayaan, jam operasional, keamanan, hingga pengaturan perparkiran.
Nofriadi menegaskan, Dinas Kumperda akan terus melakukan pendampingan dan koordinasi lintas sektor agar proses pemindahan pedagang berjalan lancar tanpa menimbulkan gangguan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami ingin memastikan seluruh proses ini berjalan tertib, teratur, dan memberi manfaat maksimal bagi warga Sungai Rumbai. Pasar ini bukan hanya tempat berdagang, tapi juga simbol kemajuan ekonomi nagari,” pungkasnya. (roni)












