LUBUK SIKAPING – Kabupaten Pasaman menerima bantuan dana stimulan tahap I untuk perbaikan rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi sebesar Rp. 435 juta untuk perbaikan rumah disejumlah titik yakni di Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Panti, Bonjol, Simpang Alahan Mati dan Rao Utara, Jumat(13/2).
Pemerintah Kabupaten Pasaman bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia menyerahkan bantuan stimulan bagi warga terdampak untuk kategori rusak ringan dan rusak sedang.
Penyaluran bantuan stimulan ini dilaksanakan di aula Lantai III kantor Bupati Pasaman dan dilaksanakan secara serentak melalui sambungan virtual (zoom) bersama Provinsi Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Wakil Bupati Pasaman, H. Parulian pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat tim BPBD Pasaman dengan BNPB yang telah melakukan koordinasi intensif sejak melaporkan terdampak bencana hingga hari ini babtuan tiba di Pasaman.
“Bantuan stimulan ini diharapkan menjadi energi baru bagi masyarakat untuk membangun kembali tempat tinggalnya secara bermartabat dan menata kembali kehidupan dengan semangat optimis,” Ujar Parulian.
Parulian juga menjelaskan jika penyaluran bantuan serentak ini menekankan bahwa bantuaan dalam bentuk stimulan ini diharapkan agar masyarakat dapat secara mandiri memperbaiki hunian mereka sesuai standar keamanan bangunan tahan bencana.
“Kepada para Camat dan Wali Nagari yang warganya memperoleh bantuan, supaya mengawal proses distribusi bantuan ini dengan penuh tanggung jawab, kemudian akurasi data penerima dan transparansi administrasi dijaga ketat guna menghindari penyimpangan”pinta Wabup.
Parulian juga menyampaikan kepada masyarakat penerima, agar dana bantuan dimanfaatkan secara bijak untuk memperbaiki rumah agar menjadi hunian yang aman dan layak bagi keluarga.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mardianto, menjelaskan jumlah penerima bantuan dana perbaikan rumah rusak sedang, rusak ringan dan rusak berat di Kabupaten Pasaman ada sebanyak 29 orang, bahwa jumlah penerima bantuan untuk kategori rusak ringan Rp.15 juta terdiri dari 21 keluarga, untuk kategori rusak sedang Rp.30 juta terdiri dari 4 keluarga sedangkan untuk kategori rusak berat 4 keluarga sebanyak Rp. 60 juta.
Dikatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen negara dalam percepatan pemulihan pascabencana yang melanda wikayah Pasaman beberapa waktu lalu. Selain penyerahan bantuan, agenda utama juga difokuskan pada penguatan Program Nagari Tangguh Bencana di Kabupaten Pasaman guna membangun sistem mitigasi yang lebih preventif dan terencana.(hen)










