Pariaman, Kota Wisata Penuh Kesan

oleh -775 views
ceria di Pulau Angso duo

 

Hendri Nova

Wartawan topsatu.com

 

“Baik teman-teman semua, sebentar lagi kita akan sampai di Pantai Gondoriah Pariaman. Dah ngak sabar lagi kan menyeberang ke Pulau Angso Duo ?

Untuk pulau ini, teman-teman mungkin pernah mendengar pantunnya di film dan sinetron Siti Nurbaya ataupun di pelajaran buku-buku bahasa Indonesia. Bunyinya begini : Pulau Pandan jauh di tangah, di balik Pulau Angso Duo. Hancua badan di kanduang tanah, budi baik takana juo. Kalau dibahasa Indonesiakan, ini artinya. Pulau Pandan Jauh di tengah, di balik Pulau Angsa Dua. Hancur badan di dalam tanah, budi baik terkenang juga.

Pantun ini menjadi legenda yang membuat orang ingin tahu, apakah benar ada dua pulau itu di Sumatera Barat. Dan ternyata kedua pulau itu benar-benar ada yang letaknya di laut Kota Pariaman. Jaraknya sangat dekat dengan daratan. Nanti kita akan naik boat ke sana dan puas-puasnya main di pasir putih dan diving.”

wisata mangrove

 

“Horeee…”

Para peserta tour bersorak gembira mendengar tawaran menyegarkan dari pemandu wisata bernama Dewi. Mereka terlihat tak sabar ingin segera sampai ke pulau legendaris tersebut.

“Kamu sudah sampai.”

Suara perempuan dari Google Map, menyadarkan peserta karena mereka memang sudah sampai di Pantai Gondoriah. Mereka langsung turun menuju pantai, begitu pintu mobil terbuka.

“Ayo kumpul lagi. Kita langsung ke Pulau Angso Duo, biar lebih puas main di sana berlama-lama. Ikuti saya ya…”

Dewi dengan penuh ceria mengajak semua peserta wisata dari Jakarta menuju tempat boat bersandar. Jauh-jauh hari ia telah membooking, untuk peserta tournya dari Jakarta.

Semua ia lakukan dengan hanya berkomunikasi lewat pesan Whatsapp ataupun melalui telepon. Karena sudah langganan, ia selalu mendapat prioritas dari pelaku wisata Pariaman.

“Hai teman-teman, sekarang Karin menuju Pulau Angso Duo. Tunggu keseruan Karin dan teman-teman di sana ya.”

Karin salah seorang peserta tour dengan ceria mengabadikan perjalanannya dalam vlog yang langsung ia siarkan lewat media sosial. Teman-temannya merapat dan saling melambaikan tangan.

Emoticon jempol, gambar hati, dan emoticon lainnya silih berganti menghiasi media sosialnya. Jumlah like di instagramnya sudah lebih 100. Angka itu terus naik, seiring dengan semakin banyaknya tempat seru yang ia  bagikan. Mereka rata-rata temannya yang tinggal di Jakarta.

Mereka tak sempat gabung dengan wisata kali ini, karena kesibukan masing-masing. Jadinya anggota yang ikut sekitar 20 saja.

Pilihan mereka jatuh pada Pantai Pariaman, karena destinasi wisata yang ditawarkan beragam. Selain bisa senang-senang di Pulau Angso Duo, mereka juga bisa berjalan-jalan di hutan mangrove, melepas anak penyu, bersantap kuliner, sampai kunjungan ke tempat-tempat bersejarah lainnya.

Urusan pemandu wisata, tiket pesawat, hotel, kendaraan jemputan di airport, ia selesaikan dengan cara digital, sehingga  bisa hemat biaya.

Sebagai kaum millennial, dunia digital sudah jadi makanan ia sehari-hari.

Ia pun mengumpulkan teman-teman yang hobi traveling juga cukup di media sosial saja. Hasilnya, sebanyak 20 peserta berhasil dikumpulkan sehingga mereka bisa mengatur bujet belanja lebih hemat lagi.

 

melepas tukik

 

Tak terasa mereka sudah sampai di Pulau Angso Duo, Petugas dengan sigap membantu para penumpang turun dari perahu. Bersama sang pemandu mereka langsung bergerak ke icon Pulau Angso Duo yakni tulisan Pulau Angso Duo dalam huruf besar.

“Ok Guys… kita sampai di Pulau Angso Duo. Lihat ini ada tulisannya yang besar-besar. Dah jadi pada tahu kan, mana Pulau Angso Duo seperti dalam pantun itu. Oke, pantau terus siaran langsungnya, karena setelah selfie-selfie, kita akan keliling pulau… come on…”

Para peserta tour berlarian gembira dan berselfie-selfie di tempat-tempat yang mereka anggap menarik. Sekali-sekali mereka bercengkrama dengan ombak kecil yang singgah di pulau.

Begitu sampai di titik awal mereka tadi sampai di pulau, beberapa peserta langsung ambil ancang-ancang untuk diving. Bersama pemandu yang ada, mereka mulai melihat keindahan terumbu karang Pulau Angso Duo.

Bersama kamera yang tahan air, mereka mengabadikan perjalanan seru bercengkrama dengan ikan-ikan kecil aneka warna.

Sayang waktu terasa berjalan begitu cepat. Mereka harus segera kembali ke daratan untuk aktivitas seru lainnya.

Agendanya adalah melihat penangkaran penyu dan melepas tukik atau anak penyu ke lautan. Rata-rata peserta kegelian melihat anak-anak penyu yang bergerak lucu di tangan mereka.

“Pada hitungan ketiga ya, kita pacu tukik yang paling cepat sampai. Ayo… 1,2,3…”

Para peserta langsung melepas tukiknya setelah hitungan pemandu wisata selesai. Pada kesempatan itu, pemenangnya jatuh pada Rudi dengan tukiknya yang sukses masuk laut lebih dahulu.

Keseruan kemudian berlanjut ke hutan Mangrove. Bagi yang ingin bertanam mangrove, panitia telah menyiapkan pohon yang akan mereka tanam.

Selanjutnya mereka main-main di Pantai Gandoriah sambil menyicipi beragam kuliner di sana. Ada sala lauk, pensi, kerupuk kuah dan lainnya.

Perjalanan ke Pariaman benar-benar meninggakan kesan yang indah yang tentunya tidak terlupakan. Mereka bertekat akan kembali lagi, setidaknya ke Pulau Pandan yang belum sempat mereka datangi pada kunjungan pertama tersebut. (*)

 

 

Loading...