Padang Dikepung Banjir, BPBD Siagakan Petugas di Lapangan

  • Whatsapp
Padang dikepung banjir. di bebrapa lokasi, tampak anak-anak menikmati banjir yang terjadi karena hujan sepanjang hari, Rabu (23/9) itu. (ist)

Padang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mendata areal banjir yang melanda beberapa lokasi di Padang, Rabu (23/9). Data sementara, ada enam titik lokasi yang tergenang air, yakni, Pasar Baru, Keluraha Cupak Tangah, persisnya dekat kantor lurah. Di sana, air mencapai lebih kurang 30 centimeter.

Di Komplek Jondul Rawang, Kelurahan Rawang, Padang Selatan, air mencapai lebih kurang 70 centimeter. Koto Teluk Kabung, Bungus Teluk Kabung, air mencapai lebih kurang 50 centimeter. Jalan Raya Kuranji-Belimbing, air mencapai lebih kurang 50 centimeter.

Sementara di kawasan Sungai Pisang, air juga mencapai lebih kurang 50 centimeter. Villa Bukit Gading, persisnya dekat RSUD, air juga mencapai lebih kurang 50 centimeter.

Selain banjir, BPBD Padang juga mendata, ada dua titik pohon tumbang akibat hujan yang melanda di Padang. Dua lokasi ini, di kawasan Lubuk Paraku. Di sana, material pohon ini sudah ditangani tim RBR1.

Di lokasi lain, pohon tumbang di Rimbo Tarok Kuranji. Di sana, petugas juga masih melakukan evakuasi material pohon

“Kita telah siapsiagakan seluruh petugas dan juga dibantu oleh Basarnas, TNI, PMI dan TRC Semen Padang di lapangan. Untuk peralatan, kita telah siagakan delapan perahu karet, untuk evakuasi warga yang terkepung banjir,” kata Kalaksa BPBD Padang, Barlius.

Barlius mengatakan,‎ petugas gabungan yang telah disiagakan ini, selain memantau debit air, petugas juga melakukan mitigasi bencana kepada seluruh masyarakat yang terdampak banjir.

Di Kelok Jaring, juga telah di siagakan alat berat, untuk mengevakuasi material tanah yang longsor. Alat ini milik perusahaan tambang di sana,” ujar Barlius.

‎Barlius mengatakan, hingga saat ini petugas gabungan masih berada di lapangan dan disebar di beberapa titik yang dianggap rawan terjadi bencana.

“Kita masih di lapangan memantau secara keseluruhan. Hingga saat ini, belum ada kita lakukan evakuasi terhadap warga. Apabila debit air bertambah, kita evakuasi warga yang terancam,” tutupnya. (deri)

Pos terkait