OJK Hadir, Investasi Bodong Ngaciiirrr…

oleh

Hendri Nova

Wartawan topsatu.com

Kantor Multi Level Marketing (MLM) yang bergerak di bidang investasi emas di salah satu jalan strategis di Kota Padang itu, tiba-tiba tutup. Tak ada pemberitahuan tertulis yang biasanya ditempel di depan kantor bahwasanya telah pindah tempat ke lokasi lain.

Warga sekitar kantor juga tidak tahu kemana pindahnya, karena mereka pergi begitu saja. Padahal sewaktu masuk di Kota Padang, promosinya benar-benar gila-gilaan.

Banyak yang tergoda dengan iming-iming laba yang akan diperoleh. Mereka yang sudah masuk perangkap, tidak tanggung-tanggung mengambil paket yang nilainya sampai puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Saya sendiri hampir tergoda, karena emas memang salah satu investasi yang saya suka. Untung saja rasa sadar masih tersisa, berupa trauma masa lalu yang membuat saya hati-hati berbisnis MLM.

Adapun keberadaan MLM yang bergerak dibidang investasi emas tersebut, diketahui berhenti beroperasi, setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan daftar resmi bisnis investasi yang tak berizin dan tentunya tidak memiliki jaminan bagi konsumen.

Dari 261 daftar investasi bodong yang dirilis OJK di www.ojk.go.id/Files/201411/daftar_1415343997.pdf, terungkap jika MLM bersangkutan masuk dalam kategori bodong. Untung cepat diumumkan, sehingga tak memakan korban lebih banyak lagi.

 

Investasi Bodong

 

Warga tentu sangat bersyukur dengan hadirnya OJK, karena OJK ternyata sangat ampuh membuat pelaku investasi bodong berhenti beraktivitas. Dengan kata lain, OJK hadir, investasi bodong ngaciiiirrr’.

Setidaknya dalam daftar di www.ojk.go.id/Files/201411/daftar_1415343997.pdf, ada 218 bisnis yang masuk kategori investasi bodong. Bahkan di rilis terbaru, tepatnya diĀ  minisite sikapiuangmu.ojk.go.id dengan alamat portal http://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/AlertPortal/Home, untuk mencek bodong atau tidaknya satu investasi.

Setidaknya dari minisite ini diketahui, ada 233 investasi yang tidak terdaftar dan tidak di bawah pengawasan OJK. Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan investasi pada entitas yang tidak jelas legalitas dan pengawasannya

Adapun investasi bodong memiliki beberapa ciri. Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing seperti dikutip dari finance.com menjelaskan, perusahaan yang terindikasi investasi bodong biasanya menjanjikan keuntungan atau imbal hasil yang sangat tinggi. Hingga di luar batas kewajaran dan di luar nalar.

Dia menceritakan, satgas beberapa waktu lalu menghentikan kegiatan usaha investasi bodong yang bermodus menjual bitcoin atau cryptocurrency.

“Orang Indonesia itu sangat kreatif, mereka memanfaatkan keinginan masyarakat Indonesia dengan iming-iming bunga yang besar. Ada yang memberi bunga 1% per hari, bagaimana mungkin itu?,” kata Tongam kepada detikFinance, Kamis (8/3/2018).

Menurut dia, perusahaan-perusahaan tersebut juga bahkan ada yang menjanjikan keuntungan 5% per hari. Tongam menyayangkan masih ada masyarakat yang percaya dengan janji-janji ini.

“Begini, kalau dia kasih 1% per hari kenapa dia ajak orang lain. Dia aja sendiri dan dia jadi kaya. Mereka kreatif sekali dalam mengajak masyarakat,” ujarnya.

Tongam meminta kepada masyarakat agar waspada dan tak ikut kegiatan investasi yang tidak jelas dan mencurigakan. Menurut dia, masyarakat juga harus memahami jika tidak ada investasi dengan keuntungan besar tapi risikonya rendah.

“Kalau ada yang tawarkan investasi untungnya besar, tapi risikonya rendah atau tidak berisiko. Tinggalkan, yang namanya investasi ya berisiko,” ujar dia.

Menurut dia, ini memang masih menjadi masalah di Indonesia karena masyarakat Indonesia yang mudah tergiur dengan iming-iming imbal hasil yang dijanjikan penipu.

“Masyarakat masih ingin cepat kaya, dan ini dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu. Jangan salah, korban penipuan berkedok investasi ini tak hanya dari kalangan kurang terpelajar tapi juga orang berpendidikan, jadi ini PR kita,” ujarnya.

Untuk investasi masyarakat harus memperhatikan konsep 2 L yakni legal dan logis. Tongam mengimbau kepada masyarakat, jika mendapatkan penawaran baik dari orang lain atau melalui internet harus memperhatikan prinsip 2 L.

“Logis artinya memberikan imbal hasil yang wajar, tidak berlebihan. Legal harus ada izin usahanya. Jadi harus waspada,” ujar Tongam.

Dia menjelaskan, imbal hasil yang terlalu tinggi dan diklaim tanpa risiko justru cenderung menyesatkan.

Pertama legal artinya, periksa legalitas izinnya jika ragu hubungi call center OJK di 1500655 atau waspadainvestasi@ojk.go.id. Dia menjelaskan, Satgas Waspada Investasi ke depannya masih terus menangani investasi ilegal dan terus menerima pengaduan masyarakat.

“Kami melihat di media sosial dan sumber informasi lainnya. Kami analisis, kami panggil entitas tersebut dan apabila diduga merugikan masyarakat maka kami hentikan kegiatannya,” pungkasnya.

OJK Benteng Terakhir

Keberadaan OJK merupakan berkah bagi rakyat Indonesia, agar tak lagi terjerat investasi bodong. Kini masyarakat yang sudah paham akan kerja OJK, akan rajin memantau sebuah perusahaan investasi, apa terdaftar di OJK atau tidak.

Jika terdaftar, itu berarti ada jaminan uang bisa dimiliki lagi, jika perusahaannya bangkrut. Namun jika tak terdaftar, berarti sinyal merah yang akan merugikan setiap orang yang bergabung.

OJK akan menjadi benteng terakhir bagi masyarakat agar tak mudah teperdaya dengan bujuk rayu usaha MLM. Masyarakat harus sering diingatkan, agar mereka tak lupa akan tindakannya.

OJK harus rajin bersosialisasi, dengan melibatkan masyarakat, terutama RT dan RW, dengan menjadikan mereka duta OJK. Jika RT dan RW nya memiliki pengetahuan investasi bodong, mareka dengan cepat bisa mengetahui setiap aksi mengumpulkan uang dari usaha bodong.

Duta-duta OJK ini akan menjadi perpanjangan tangan OJK dalam usaha menertibkan investasi bodong. Pada akhirnya, tak ada lagi invetasi bodong yang tentinya bisa merugikan masyarakat. (*)

 

 

Loading...