Agam – Objek Wisata Rizal Beach Bayur tidak lagi seperti sebelumnya, yang terkesan identik dengan miras serta imej negatif lainnya. Kini sudah berubah drastis. Perubahan memang membutuhkan proses.
“Dulu orang ragu untuk datang. Sekarang, sudah datang malah ingin berlama-lama,” kata Pengelola Objek Wisata New Rizal Beach Muhammad Fauzi, Minggu (28/9).
Lokasi ini pernah berada dalam bayang-bayang cerita masa lalu, bahkan sempat lekat dengan suasana yang jauh dari konsep wisata keluarga. Jejak itu membuat sebagian orang masih ragu untuk berkunjung.
Namun perlahan, kami memilih untuk mengubah wajah dan arah tempat ini.
Hari ini, New Rizal Beach hadir sebagai Family Destination—tempat menikmati indahnya Danau Maninjau, berkumpul bersama keluarga, membawa anak-anak bermain, menikmati makanan, atau sekadar duduk santai melepas penat.
“Keraguan itu pun perlahan berubah setelah melihat dan merasakan sendiri suasananya,” katanya.
Dari yang awalnya memiliki keraguan, setelah sampai dan menikmati suasana New Rizal Beach, justru merasa betah dan ingin kembali lagi.
Bagi kami, cerita seperti inilah yang paling berarti. Karena perubahan tidak cukup hanya diceritakan—kadang memang harus datang dan melihatnya sendiri.
Terima kasih Bapak Musyidi dan rekan atas kunjungannya ke New Rizal Beach. Kehadiran dan kesan baik yang disampaikan menjadi semangat bagi kami untuk terus berbenah dan menghadirkan tempat yang semakin nyaman untuk keluarga.
Ketua PWI Agam, Mursyidi didampingi pengurus lainnya Romi Firmansyah dan Yusrizal, dan Irman Naim saat berkunjung ke lokasi tersebut merespon positif atas perubahan yang sudah dilakukan pengelola objek wisata tersebut.
“Semoga perlahan tapi pasti, imej negatif yang ada sebelumnya semakin hari menghilang dan berubah menjadi objek wisata keluarga yang dirindukan masyarakat di mana saja, ” katanya.
Untuk saat ini, masyarakat tidak lagi merasa nyaman berkunjung jika dirasakan ada konteks negatif di satu lokasi objek wisata, karena hal ini ikut merusak kehadiran seseorang apalagi keluarga berada di lingkungan yang tidak islami tersebut.
“Mudah mudahan perubahan ke arah yang lebih baik dan nyaman ini semakin mendorong family lainnya ikut menikmati keindahan alam dan menu makanan yang ditawarkan di objek wisata ini di masa mendatang,” katanya.(*)












