Nofi Chandra Bagikan Topi Tani di Koto Gaek Guguak

oleh
Nofi Chandra saat memasangkan topi tani kepada seorang amak-amak. (*)

AROSUKA – Puluhan amak-amak di Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Rabu (11/4), keluar rumah. Mereka berkumpul dalam kelompok bapak-bapak separuh baya di pos jaga nagari setempat. Dalam suasana riang, masyarakat yang umumnya petani sawah tersebut, larut dalam berseloroh dengan anggota DPD-RI H. Nofi Candra.

Tidak ada yang istimewa sebenarnya, tetapi amak-amak itu merasakan kedekatan. Suasana bertambah cair karena di sebelah senator itu ada seorang ibu muda. Cantik dan ramah menyapa setiap orang yang disalaminya. Ibu muda itu adalah perempuan yang berada di balik kesuksesan Nofi Candra sebagai anggota DPD RI dan pengusaha sekaligus.

Aura lembut Hj. Femi Nofi Candra menyapa warga dengan kehangatan jiwa. Jarang-jarang ibu empat anak itu terlihat mendampingi suaminya melakukan kunjungan ke masyarakat.

“Ini kesempatan pulang kampung ketika anak anak libur sekolah. Tadi sengaja meminta diajak berkeliling dan bertemu ibu-ibu,” ujar Hj. Femi Nofi Candra.

Kegiatan Nofi Candra di Koto Ggaek Guguak diselingi dengan penyerahan puluhan topi tani. Didampingi wali nagari dan tokoh pemuda yang juga anggota BMN setempat, Mardi Sutan Sampono, senator yang dekat dengan warga tersebut menyerahkan topi lebar yang sangat berguna bagi petani.

” Ini bukan bantuan sederhana, tetapi bermakna bagi warga yang bekerja di sawah dan di ladang,” ungkap Mardi Sutan Sampono.

Tokoh Pemuda Kotogaek Guguak itu mengaku, sudah sering Nofi Candra ke kampung-kampung.

“Pak Nofi datang bukan ketika tahun politik saja. Tetapi nyaris diantara kesibukkannya selama menjadi anggota DPD RI, ia selalu mengunjungi warga, menyerap aspirasi. Ini yang kami hargai. Ia tidak lupa, atau datang karena maksud politik saja,” tutur Mardi.

Nofi Candra tidak menampik pengakuan itu. Ia mengaku tidak bisa melupakan masyarakat yang telah mengantarkannya duduk di lembaga tertinggi negara itu. Nofi mengaku mengunjungi masyarakat adalah kebiasaannya sebagai anak seorang petani di Solok.

Ia tidak pernah merasa menjadi orang besar, kecuali merupakan wakil daerah yang siap diperintah oleh rakyat. ” Saya senang bertemu dan bercengkrama dengan masyarakat. Tanpa hambatan dan tanpa sungkan. Berseloroh bersama di tengah warga memberi kebahagiaan,” jelas Nofi Candra.

Syamsiar (48) salah seorang warga yang menerima topi tani mengku takjub ketika Nofi Candra langsung memasangkan topi tersebut ke kepalanya.

“Pak Nofi tu pagarah. Biaso-biaso sae nyoh. Ndak ado tando-tando urang gadang do,” ucap ibu tiga anak itu dalam bahasa setempat.

Keakrabanyan dibangun dengan pribadi yang elok itu, bagi warga setempat semakin memberi energi bagi Nofi Candra untuk terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat. (Rusmel)

Loading...