Nevi Zuairina Berkurban di Delapan Kabupaten/Kota di Sumbar

Anggota DPR RI, Nevi Zuarina saat di salah satu lokasi kurban di Sumbar. Ist

PADANG-Anggota legislatif asal Sumatera Barat II, Hj. Nevi Zuairina, kembali melakukan kegiatan rutin yakni berkurban di delapan kabupaten/kota yang masuk daerah pemilihannya.

Kali ini, ia berkurban di 100 titik yang tersebar di Pasaman, 50 Kota, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi dan Payakumbuh.

“Saya tahun ini mengikuti program DPP PKS yang akan menyebarkan 1 juta paket kurban seluruh Indonesia. Selain yang sudah dilakukan oleh struktur PKS mulai dari DPP, DPW, DPD hingga DPC di setiap wilayah dan daerah, saya juga turut serta melakukan penyaluran di 100 titik lokasi penyembelihan kambing”, tutur Nevi.

Politisi PKS ini merasa sangat antusias untuk memberi kontribusi kepada masyarakat oleh sebab tahun ini merupakan masih tahun-tahun yang berat bagi rakyat Indoensia. Pandemi Covid 19 gelombang kedua yang semakin berat ujiannya, termasuk persoalan ibadah haji tahun kedua rakyat Indonesia tidak dapat berangkat ke tanah suci.

Nevi menambahkan, Meskipun tahun ini tidak ada haji, tapi semangat warga untuk berkurban sangat besar. Antusiasme ini, selain untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, juga meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama dengan berbagi.

“Alhamdulillah, berkurban tahun ini masih mendapat dukungan dari masyarakat mulai relawan hingga masyarakat penerima yang dilakukan dengan tertib sesuai protokol kesehatan. Tidak menimbulkan kerumunan, tapi tetap efektif berjalan baik proses kurban, pengemasan hingga distribusinya,” kata Nevi.

Di sela-sela prosesi pemotongan kurban, nevi sempat menyampaikan bahwa yang Allah harap bukanlah daging dan darah qurban tersebut karena Allah tidaklah butuh pada segala sesuatu.

Yang Allah harapkan dari qurban tersebut adalah keikhlasan, ihtisab (selalu mengharap-harap pahala dari-Nya) dan niat yang sholih.

“Allah katakan (yang artinya), “ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapai ridho-Nya”. Inilah yang seharusnya menjadi motivasi ketika seseorang berqurban demi keikhlasan, bukan riya’ atau berbangga dengan harta yang dimiliki, dan bukan pula menjalankannya karena sudah jadi rutinitas tahunan”, tutur Nevi.

Anggota DPR yang duduk di Komisi VI ini menyampaikan, Kurban, salah satu wujud kesempurnaan agama Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin, penebar rahmat universal. Kurban, juga merupakan salah satu furqan, pembeda, penegas keunikan dan keunggulan Islam, karenanya, kurban selain ibadah juga berperan sebagai syiar Islam. Karenanya, kurban layak menjadi instrumen pembangun peradaban.

“Saya berharap semua tidak kehilangan momen berkurban tahun 2021 ini, meski pandemi makin memuncak. Di moment yang sakral ini, mari kita semua berdo’a kepada yang maha kuasa, di hari-hari suci iedul adha, kita meminta Allah segera mengangkat pandemi covid-19 dari dunia ini terutama dari Negara tercinta, Indonesia””, tutup Nevi Zuairina. (*)