NENEK SARINTAN; Jual Barang Bekas untuk Pergi Umrah

  • Whatsapp
Nenek Sarintan. (*)

SAWAHLUNTO- Sarintan (62), Warga Dusun Bukik Sibanta, Desa Sikalang, Talawi, Sawahlunto, menabung dari hasil mengumpulkan barang plastik bekas selama 20 tahun agar bisa umrah.

“Uang hasil dari penjualan barang bekas saya sisihkan. Kalau ada Rp5.000 dan Rp2.000 saya sisihkan dan simpan,” ujar Sarintan, Selasa (10/9).

Muat Lebih

Kini, simpanan Sarintan yang disisihkan dari menjual barang plastik bekas terkumpul Rp 26 juta. Jumlah itu sudah cukup untuk ongkos nenek Sarintan pergi umrah ke baitullah dan sudah mendaftar ke biro perjalanan umrah.

Sejak suaminya meninggal, kehidupan Sarintan, yang sering disapa warga setempat Wawak, berubah. Dari bantu suami membuat batubata menjadi pengumpul barang plastik bekas. Mak Sarintan sadar, kehidupan tetap berjalan. Sarintan yang tinggal bersama anaknya beralih usaha.

Terbiasa, Pukul 03.00 WIB Sarintan bangun dan Shalat Tahajud. Pukul 05.00 WIB, usai Shalat Subuh keliling mencari plastik bekas. Pagi hingga pukul 09.00 WIB menyortir barang yang hendak dijual.

Keinginan Sarintan pergi umrah menjadikannya giat berusaha dan rajin menabung. Lembar dan kepingan rupiah dikumpulkan di waktu lama. Dari hasil menjual barang plastik bekas yang harga paling tinggi Rp7.000 per kilogram diperolehnya.

“Rencana 27 Oktober mendatang saya akan berangkat umrah. Mudah-mudahan doa dan niat saya dikabulkan Allah SWT,” tutur Sarintan. (armadison)

Pos terkait