Padang  

Nelayan Terhambat Melaut Hampir Sebulan, Gubernur Sumbar Mahyeldi Apresiasi Semen Padang Bersihkan Pantai Parupuk

PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi langkah cepat PT Semen Padang yang turun langsung membersihkan tumpukan kayu pascabanjir bandang di kawasan Pantai Pasir Parupuk, Kota Padang.

Menurut Mahyeldi, material kayu yang menumpuk di pesisir pantai sejak hampir satu bulan terakhir telah menghambat aktivitas nelayan untuk melaut, sehingga berdampak langsung pada ekonomi masyarakat pesisir.

“Sudah hampir sebulan nelayan kita tidak bisa melaut karena pantai dan laut tertutup kayu. Dampaknya tentu sangat besar bagi ekonomi keluarga nelayan,” ujar Mahyeldi di sela peninjauan lokasi.

Baca Juga  Tiba di Surantih, TRC Semen Padang Dirikan Posko Kesehatan dan Prioritaskan Pembersihan Lumpur di Jalan

Ia menyebutkan, keterlibatan PT Semen Padang bersama TNI, Polri, dan masyarakat menjadi contoh nyata sinergi lintas sektor dalam menangani dampak bencana.

Mahyeldi berharap aksi gotong royong pembersihan kayu ini dapat mengembalikan fungsi pantai sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir Kota Padang.

Selain pembersihan, Mahyeldi juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan terkait pemanfaatan kayu hanyut yang telah diatur pemerintah pusat.

“Kita harus tertib. Ikuti arahan pemerintah agar proses evakuasi dan pemanfaatan kayu tidak menimbulkan masalah baru,” tegasnya.

Baca Juga  Kunjungi PT Semen Padang, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Bakal Sulap Pabrik Indarung I Jadi Pusat Seni dan Galeri Budaya

Gubernur menilai kebijakan pemanfaatan kayu hanyut sebagai solusi yang tepat selama dilakukan dengan pengawasan ketat dan koordinasi semua pihak.

Ia berharap dalam beberapa hari ke depan, Pantai Parupuk kembali bersih dan nelayan dapat kembali melaut dengan aman.

“Semangat gotong royong ini harus terus kita jaga agar pemulihan pascabencana berjalan cepat dan berkelanjutan,” tutup Mahyeldi. (*)