NC Dukung Program KSM-PGRI Solok Pecahkan Rekor MURI

oleh -1.299 views
NC menyerahkan bantuan kegiatan Kabupaten Solok Menulis Rp 50 juta diterima pengurus PGRI Kab. Solok. Ist

BUKITTINGI – Sebaris kalimat menggambarkan obsesi guru-guru di Kabupaten Solok, menjadi background kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Menulis para guru yang dibuka bupati Solok, H. Gusmal, SE, MM Jumat (29/3) diDenai Royal Hotel, Bukittinggi.

Spanduk bertuliskan” Selamat Datang Peserta Diklat Menulis Buku bersama Program Kabupaten Solok Menulis (KSM) PGRI 2019 dengan tema KSM Menuju Rekor Muri” terpajang hingga berakhirnya Diklat yang ditutup oleh anggota DPD_RI H. Nofi Candra, SE, Minggu (31/3).

Tentu saja bukan soal Diklatnya saja yang menarik. Tetapi semangat KSM Menuju Rekor MURI , itu menjadi sesuatu yang luar biasa. Apalagi semangat besar PGRI Kabupaten Solok itu di dorong penuh oleh Senator RI asal pemilihan Sumbar, Nofi Candra. “ Kita ingin menerbitkan banyak buku yang merupakan hasil karya guru-guru di Kabupaten Solok,” kata Ketua PGRI setempat DR. H. Asrinur M. Pd.  .

Menurut Asrinur, sejak bupati Solok meluncurkan program KSM, minat menulis para guru tumbuh subur. Mereka muncul dan mengalir. Berpacu guru menulis sekarang.” PGRI Kabupaten Solok bangga. Melihat bakat besar itu,  kita selain ingin membuka Bazar Buku Sumatera Barat pada puncak peringatan hari Pendidikan 2 Mei 2019 nanti, juga ingin memecahkan rekor MURI” kata dia.

Bukan untuk gagah-gagahan ketua PGRI Kabuapten Solok  mengungkapkan obsesinya. Pernyataan itu  disamaikan Asrinur dengan air muka cerah. Ia mengaku dampak program KSM luar biasa. Para guru sudah mampu menerbitkan buku. Mereka menulis, mereka pula yang mencetak. Meski dalam jumlah terbatas. “ Apalagi respek dan dukungan yang diberikan anggota DPD RI H. Nofi Candra terhadap kegiatan PGRI, itu menambah energi kami” beber Asrinur.

Sementara, bupati Solok mengatakan, dengan terus menerus menulis berarti telah membuka cakrawala pemikiran dan melatih diri memformulasikan  gagasan, ide-ide secara baik. “ Melalui diklat, diharapkan kemampuan  berkomunikasi para guru dalam mendidik muridnya akan meningkat dan lebih baik,” papar Gusmal.

Bupati Solok serta merta memberi apresiasi kepada anggota DPD-RI Nofi Candra. Tokoh muda itu dipandang sangat peduli masalah pendidikan, karena sadar terlahir dari rahim seorang guru.

Menyambut kegiatan Dikalt itu, Nofi Candra memandangnya sangat luar biasa. Karena itu dirinya langsung dari Jakarta khusus ke Bukittingi bukan untuk berlibur, tetapi lebih terpanggil untuk menyemangati diklat yang diikuti 130 orang guru itu. “ Padahal peserta yang mendaftar khabarnya lebih 200 orang. Ini sangat mengembirakan, “ kata Nofi

Senator yang juga pengusaha itu bangga melihat antusias guru-guru belajar menulis. Bagi guru-guru yang belum mendapatkan kesempatan, kata dia, akan difasilitasi pada kegiatan selanjutnya.

Ujung Tombak Literasi

Diklat menulis yang menghadirkan nara sumber Bupati Solok H. Gusmal,  Ketua PGRI Kabupaten Solok, juga mendatangkan tokoh pers, seperti Muhamad Ihsan,  Pemimpin Umum Media Guru,  CEO Gurusiana dan Eko Prasetyo,  Mantan Editor Jawa Pos dan Penulis 72 buku.

Nofi Candr yang didaulat melakukan penutupan diklat, mengatakan, eksistensi Guru adalah kunci untuk masa depan negara ini. Dirinya dengan didukung teman-teman lainnya,  ingin menjadikan guru sebagai ujung tombak literasi. Agar sekolah menjadi tempat yang menyenangkan,  dimana segala informasi baru di dapat. Kreatifitas dan inovasi murid-murid mendapatkan tempat yang seharusnya.

Anggota Komite I DPD-RI itu mennggugah semua guru agar menjadikan literasi sebagai lokomotif pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, diharapkan lahir tokoh hebat lintas ilmu dan bidang, lahir dari budaya baru yang diciptakan para guru-guru. “Semoga kegiatan guru menulis buku menjadi model untuk kabupaten- kabupaten lainnya di Sumatera Barat,” tuturnya

Merasa Kehilangan

Kepedulian Nofi Candra dalam dunia literasi diaku cukup tinggi. Sekurangnya terlihat  dari pergaulan dengan penggerak literasi dan para penulis ternama. Tokoh yang akrab dipanggil NC itu sejak 3 tahun terakhir juga ikut menggerakkan kegiatan Literasi Minangkabau di Bukik Ase gunung Sariak Kota Padang. Pengalaman itu menjadi modal bagi NC untuk mendorong berkembangnya dunialiterasi.

Atas alasan itu, bukan mencari pencitraan kalau kemudian NC ikut mendorong  guru-guru
supaya aktif menulis. Dihadapan peserta Diklat Kabupaten Solok Menulis, ia menaruh harapan agar pada pelatihan selanjutnya antusiasme guru-guru bisa terakomodir semuanya.

Semua guru senang mendengar komitmen Nofi Candra. Tetapi rasa sedih diungkapkan pula. Guru-guru mengaku risau, karena  NC tidak mencalon lagi pada Pemilu 2019 nanti. ” Kami sangat kehilangan, karena bapak tidak mencalonkan lagi dalam pemilu 2019 ini,” sebut peserta Diklat.

Mereka berharap, kepedulian Nofi Candra akan tetap mengalir sebagai seorang tokoh muda yang mencintai dunia pendidikan. “ Untuk pengabdian, tentu saja tidak harus menjadi anggota DPD. Mudah-mudah bapak sukses di bidang lain, sehingga  pak Nofi tetap perhatian kepada guru dan PGRI, “ sambut peserta lain.

Tokoh muda Kab. Solok itu tentu saja tidak hadir untuk berbagi cerita saja. NC juga berkontribusi dengan memberikan bantuan kegiatan Rp50 juta  untuk mendorong gerakan literasi di Kab. solok.” Kita harus menjadikan Kabupaten Solok sebagai model bagi daerah lain dalam dunia literasi. Gerakan-gerakan itu dimulai dari para guru-guru yang menyebar ke bidang-bidang lain, ” ujar Nofi. (216)

Loading...