My Pertamina, Jalan Menuju Subsidi Tepat  

“Bilo MyPertamina subsidi itu dimulai, diak ?(kapan MyPertamina subsidi tepat dimulai?-Red),” tanya seorang sopir angkutan kota (angkot) di Padang, Sumatra Barat kepada penumpang di sebelahnya.

“Entahlah, Da, kurang tahu wak (saya kurang tahu, Uda-Red),” jawab sang penumpang pula.

Angkutan kota itu baru saja melintasi Jembatan Ulak Karang yang di pagarnya terdapat sejumlah neon box berisi iklan mypertamina subsidi tepat, program yang diluncurkan pemerintah agar penyaluran BBM subsidi dapat tersalurkan dengan lebih baik.

“Pembelian Solar dan Pertalite Roda 4 Wajib Terdaftar di subsiditepat.mypertamina.id”. Begitu bunyi iklannya. Pendaftaran program ini sudah dilaksanakan sejak 1 Juli 2022 lalu.

Sang sopir terus berbincang dengan penumpangnya. Dari pembicaraannya, dia berharap program itu segera diterapkan agar dia tak susah mendapatkan BBM bersubsidi. “Angkot ko, paliang patuik mandapek an subsidi (Angkot paling pantas mendapatkan BBM subsidi-Red),” lirih sang sopir lagi.

Pria yang mengaku bernama Man itu terus berbicara. Katanya, pada pertengahan Agustus 2022 lalu, antrian mengular panjang hingga jalan, karena Pertalite yang menipis di SPBU. “Waktu itu saya dilema. Mau membeli BBM non subsidi, takut setoran tidak cukup dan tak ada uang yang akan dibawa pulang, tapi mengantri juga memakan waktu. Kadang, sudah sampai nozzle, Pertalite-nya malah habis,” kisahnya mengiba.

Ketika program MyPertamina subsidi tepat diluncurkan pada 1 Juli 2022 lalu, terbersit harapan besarnya pada program itu. Makanya, dia mengaku segera meminta bosnya segera mendaftarkan angkot yang dibawanya agar bisa selalu lancar mendapatkan BBM subsidi saat membawa angkot. “Alhamdullilah pendaftaran di subsiditepat.mypertamina.id ketika itu lancar-lancar saja, tidak sulit, walaupun waktu itu Kota Padang belum disebutkan sebagai tempat ujicoba,” terangnya.

Tapi, sudah lebih tiga bulan berlalu, program tersebut belum jalan. Dia jadi bingung, apakah MyPertamina subsidi tepat benar-benar akan dilaksanakan.

Pertanyaan serupa juga disampaikan pemilik kendaraan Kijang Super keluaran tahun 1990, Febri yang tinggal di Kabupaten Solok. “Saya mendaftar saat kata Pertamina ujicoba baru di empat kota kabupaten di Sumatra Barat. Alhamdullilah, mobil saya sekarang sudah terdaftar,” terangnya pula.

Mobilnya yang 1500 cc itu setiap hari digunakan untuk mengantar dan menjemput anaknya di sekolah. Apalagi, ada salah satu anaknya bersekolah di Payakumbuh, jarak yang lumayan jauh dari Kabupaten Solok.

Makanya, dia sangat membutuhkan BBM subsidi yang murah dan terjangkau dengan penghasilannya yang hanya pekerja harian. “Kalau MyPertamina subsidi tepat benar-benar dilaksanakan dengan baik, saya yakin, tidak ada lagi keluhan, karena kehabisan stok BBM subsidi di SPBU atau semacamnya,” kata Febri lagi.

Laki-laki kelahiran 1983 itu menilai, pembelian BBM dengan QR Code, tentu akan sangat membantu pemerintah menjaga kuota yang sudah ditetapkan. Tidak lagi, seperti tahun-tahun berlalu, dimana BBM subsidi habis, tapi masyarakat yang seharusnya menerima masih menjerit, karena tidak mendapatkan jatah yang semestinya menjadi milik mereka.