Musda DPD Partai Golkar Sijunjung di Padang Ricuh

  • Whatsapp
Teks Foto: Jajaran DPD Golkar Sumbar, menggelar jumpa pers terkait pengrusakan yang dilakukan Wakil Bupati Sijunjung, Arrival Boy, Minggu (15/4). (arief pratama)

 

PADANG-Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Sijunjung di kantor DPD Golkar Sumbar berakhir ricuh. Ketua DPD Partai Golkar Sijunjung hasil Arrival Boy bersama sejumlah massa mengamuk. Dia menolak pelaksanaan Musda itu, meskipun meskipun agenda tersebut merupakan perintah dari DPP Partai Golkar.

Akibat amukan tersebut, sejumlah kaca jendela dan pot-pot bunga di kantor DPD Golkar Sumbar yang berlokasi di Jalan Rasuna Said itu pecah berantakan. Atas aksi pengrusakan itu, pihak DPD Golkar Sumbar pun melaporkan Arrival Boy ke Polresta Padang denga nomor laporan ; LP/936/K/IV/2018/SPKT UNIT II, tanggal 15 April 2018. Pelapor adalah Plt. Sekretaris DPD Golkar Sumbar Mirkadri Miyar.

Ketua Pelaksana Musda Mirwan Pulungan menjelaskan digelarnya Musda DPD Golkar Sijunjung ini, berawal dari adanya surat DPP Partai Golkar ke DPD Golkar Sumbar tentang pelaksanaan Musda DPD Partai Golkar Sijunjung.

“Sebenarnya Musda Golkar Sijunjung itu sudah selesai pada 6 September 2017, dan terpilih Arrival Boy sebagai ketua. Namun beberapa pengurus kecamatan melayangkan surat ke DPP mempertanyakan hasil Musda itu. Tim verivikasi dari DPP pun langsung turun ke Sijunjung untuk mengklarifikasi dan hasilnya keluar surat dari DPP untuk DPD Golkar Sumbar melaksanakan Musda lagi,” kata Mirwan Pulungan didampingi Ketua DPD Golkar Sumbar Hendra irwan Rahim.

Artinya pelaksanaan Musda itu dianulir oleh DPP dan meminta DPD Golkar Sumbar melaksanakan Musda Golkar Sijunjung karena tidak sesuai dengan pleno DPD Golar Sumbar.

Kemudian, DPD Golkar Sumbar menindaklanjutinya dengan menggelar Musda DPD Golkar Sijunjung pada Minggu (15/4) sesuai surat DPP yang ditenggat pada hari itu. Awalnya, jalannya Musda tak ada masalah. Namun begitu selesai menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan Ketua DPD Golkar Sumbar, Arrival Boy langsung merampas mic

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Sumbar Hendra Irwan Rahim sebenarnya perbenadaan pendapat dalam sebuah organisasi adalah hal yang wajar. Namun karena ini sudah melakukan tindakan anarkis, makanya pihak DPD Golkar Sumbar mengmabil langkah hukum. “Agar tidak jadi preseden buruk di kemudian hari,” katanya.

Terkait sanksi, Hendra menyebutkan, pihaknya sudah melaporkan ke DPP baik secara lisan maupun tertulis. “Sanksi yang berwenang memberikan adalah DPP. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada DPP sanksi apa yang akan diberikan terhadap oknum kader yang melakukan tindakan anarkis itu,” pungkasnya.(Bambang/Arief)

Pos terkait