Nia Satriani Nasution
(Kepala MI Al Azhar Dharmasraya)
Kemajuan teknologi serta informasi pada abad ke 21 terus berkembang pesat sehingga dapat mengubah pola kehidupan manusia. Hal tersebut membawa dampak pada dunia pendidikan. Pembangunan pada bidang pendidikan merupakan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia. Kualitas pendidikan dapat diketahui dari dua hal, yaitu kualitas proses dan produk.
Guru dikatakan berkualitas apabila terjadi penyelenggaraan pembelajaran yang efektif dan efisien dengan melibatkan semua komponen-komponen pendidikan, seperti tujuan pengajaran, guru dan peserta didik, bahan pelajaran, strategi atau metode belajar mengajar, alat dan sumber pelajaran serta evaluasi. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah kesiapan guru dalam mempersiapkan peserta didik melalui proses pembelajaran.
Pendidikan kejuruan membutuhkan penggunaan teknologi pada proses pembelajarannya sehingga dengan penggunaan teknologi dapat meningkatkan mutu dari pendidikan vokasi. Pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) selaras dengan tuntutan skill belajar TVET abad 21. Selain itu, juga pada masa Pandemi Covid-19, proses pembelajaran membutuhkan sistem online dan dapat menggunakan teknologi secara efisien. Sejalan hal tersebut, di pendidikan vokasi, juga memerlukan pembelajaran berbasis online (Edy, 2020).
Pembelajaran online telah diakui sebagai cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Untuk belajar di sekolah kejuruan karena variasinya dalam meningkatkan motivasi, kepuasan, dan interaksi, perlunya dirancang pembelajaran online agar agar proses pembelajaran dapat efektif dan efisien. Untuk menjawab tantangan pendidikan vokasi dan tuntutan keterampilan belajar era informasi, diperlukanya sebuah model pembelajaran yang menunjang keterampilan siswa dan pembelajaran yang fleksibel. Dibutuhkanya pengembangan model pembelajaran di era revolusi industri 4.0 yang relevan dengan sekolah dan dunia industri, sesuai dengan penggunaan teknologi, model pembelajaran yang dikembangkan didasarkan pada kerangka filosofis pendidikan kejuruan, keterampilan, teknologi, relevansi sekolah kejuruan dengan industri melalui proyek.
Salah satu model pembelajaran efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi adalah pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PBjL) yang didukung pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara maksimal dan tepat sesuai kebutuhan.
Solusi untuk menjawab tantangan tersebut adalah dengan mengembangankan model pembelajaran project based learning berbasis online. Model Project Based Learning berbasis Online merupakan sebuah model pembelajaran yang mengkombinasi belajar secara face to face dan online yang lebih menekankan adanya projek berbasis online. Selain itu, model ini memiliki unsur untuk saling terkoneksi yang bersifat multi arah. Kemudian, adanya sumber belajar digital yang luas, seperti jobsheet, YouTube, PPT, yang dapat diakses secara fleksibel tanpa batas waktu dan tempat, serta di dalamnya juga memuat unsur berkolaborasi melalui diskusi secara online dan membuat projek berkelompok yang kreatif dan inovatif yang relevan dengan industri.
Kemudian, model ini juga terdapat langkah monitoring projek yang dipantau secara online serta adanya persentasi projek baik secara online dan face to face. Evaluasi yang dilakukan untuk melihat sejauh mana ketercapaian hasil belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dan pengerjaan tugas proyek yang diberikan, sebagai motivasi untuk siswa maka diberikan reward.
Pengembangan model Project Based Learning berbasis Online ini mengambil irisan model Project Based Learning dan model enriched virtual. Pengembangan Project Based Learning berbasis Online didasari dari kedua model tersebut dengan alasan pada Project Based Learning memuat konsep belajar berbasis proyek, sehingga relevan untuk pembelajaran di vocational. Selain itu, model enriched virtual memuat unsur belajar face to face (tatap muka) bisa juga untuk diterapkan dengan berkolaboratif dan proyek.
Dalam proses pembelajarannya, Model Project Based Learning Berbasis Online memiliki sintak atau langkah-langkahnya. Langkah pertama, yaitu orientasi dan motivasi dimana guru menyampaikan proses pembelajaran agar jelas kapan belajar online, face to face, tujuan pembelajaran, apa-apa saja yang akan dipelajari dan memberikan motivasi. Langkah kedua, yaitu perencanaan dan penjadwalan proyek. Hal ini dilakukan agar perencanaan dan jadwal projek jelas dan tersistematis dalam mengerjakan projek dan mencapai tujuan membuat projek yang baik.
Langkah berikutnya, yaitu penugasan dan pengawasan proyek secara online dengan monitoring projek yang secara online. Guru dapat untuk mengawasi sejauh mana perkembangan projek yang dibuat oleh siswa dan siswa dapat mendiskusikan secara online apa saja kendala dalam membuat projek. Tahap inilah yang merupakan novelty dari penulis. Presentasi proyek merupakan langkah pembelajaran yang ke empat dimana pada langkah ini siswa mempresentasikan hasil projek yang telah dibuat secara berkelompok dan pada tahap ini setiap siswa wajib membuat laporan dan mempresentasikan hasil proyeknya serta persentasi projek dapat dilakukan secara online dan face to face.
Langkah kelima, evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk melihat hasil kerja proyek. Langkah terakhir pada model PjBL berbasis online ini adalah reward. Pada tahap ini merupakan novelty dari peneliti. Alasanya adalah agar siswa termotivasi dalam belajar, dan termotivasi dalam menghasilkan produk yang kreatif dan inovatif.
Pengembangan model Project Based Learning berbasis online menghasilkan model pembelajaran yang efektif, dimana siswa mendapatkan pengalaman belajar sekaligus mengerjakan proyek yang disesuaikan kebutuhan industri untuk menghasilkan sebuah produk. Model Project Based Learning berbasis online juga relevan dengan dunia industri dan era revolusi industri 4.0. Secara keilmuan, siswa dapat aktif dalam pembelajaran. Siswa juga dapat mengambil keputusan penyelesaian masalah serta memperoleh keterampilan bekerjasama dengan teman-temannya. Model Project Based Learning berbasis online dapat meningkatkan pemahaman guru dan siswa dalam menerapkan model pembelajaran yang relevan antara sekolah dengan dunia industri. Maka dari itu, sekolah perlu memfasilitasi dengan memberikan pemahaman kepada guru dan siswa mengenai pentingnya penggunaan model pembelajaran. (*)










