Mitigasi TPPO, Tim Gabungan Pengawasan Orang Asing Kelilingi Pulau Rangsang

KEPULAUANMERANTI – Guna memitigasi potensi Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) di wilayah Provinsi Riau, Tim Gabungan Pengawasan Orang Asing melakukan patroli di Pulau Rangsang, salah satu wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (22/7/2025).

Dengan menggunakan speed boat patroli Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang, tim mulai menyisir Pulau Rangsang. Pulau ini masuk kategori cukup rawan, mengingat berbatasan langsung dengan Negara Malaysia.

Ditambah lagi, awal tahun 2025 lalu, 20 Warga Negara Asing (WNA) asal Banglades sempat diamankan di wilayah Pulau Rangsang ini. Sehingga pemantauan dan pencegahan sangat perlu dilakukan.

Kepala Kantor Imigrasi (KaKanim) Kelas II TPI Selatpanjang, Putu Sonny Kharmawi mengatakan, Rabu (23/7/2025) bahwa operasi yang dilakukan sangat perlu dilakukan mengingat wilayah Kepulauan Meranti cukup rawan menjadi jalur lalu lintas WNA yang masuk ke Indonesia.

Baca Juga  Pria Tua Ditemukan Telungkup Tak Bernyawa di Area Kuburan Cina

“Selain melakukan mitigasi TPPO, juga melalui operasi gabungan ini dapat meningkatkan koordinasi lintas intansi di wilayah perbatasan. Termasuk meningkatkan pemantauan daerah,” ungkap Sonny.

Menurutnya operasi gabungan ini akan terus dilakukan. Bahkan akan terus ditingkatkan sejalan dengan peningkatan anggaran di daerah.

“Operasi ini menjadi rutinitas agar dapat mencegah TPPO di wilayah Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti. Jika memungkinkan operasi rutin secara bersama ini akan kita lakukan maksimal dua kali sebulan,” ungkapnya.

Baca Juga  DPRD Paripurnakan Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti 2025-2030

Kasi Intel Dakim, Riyanto menambahkan, sejumlah pihak yang tergabung dalam operasi tersebut diantaranya, personil dari Kantor Wilayah (Kanwil) Imigrasi Riau, Kanim Selatpanjang, TNI AL, TNI AD dan Kepolisian.

“Walaupun dalam operasi ini belum menemukan TPPO, namun kita sudah memetakan jalur-jalur yang berpotensi menjadi jalur TPPO di Meranti. Paling tidak, melalui operasi ini kita bisa melakukan upaya pencegahan dan melakukan perencanaan ke depan dalam rangka mengantisipasi terjadinya TPPO,” terangnya.

Pewarta: Ahmad Yuliar