Menuju DPRD Sumbar, Padang Jadi Dapil Neraka

  • Whatsapp
www.harianpilar.com

 

PADANGSejumlah nama besar dan orang top ikut nyaleg dari berbagai partai politik (parpol) memperebutkan 10 kursi dari daerah pemil­ihan Padang (dapil 1) untuk DPRD Sumbar. Munculnya sejumlah nama besar itu, banyak pihak menyebut dapil Padang ini dapil neraka.

Bacaan Lainnya

Dari data yang didapatkan topsatu.com terkait pendaftaran caleg oleh parpol untuk DPRD Sumbar dari dapil 1 (Padang), sepuluh petahana (anggota DPRD Sumbar) kembali ikut bertarung dan maju dengan parpol masing-masing.

Mereka adalah Rahayu Purwanti dan Rahmat Saleh (PKS), Indra Dt. Rajo Lelo (PAN), Suwirpen (Demokrat), Afrizal (Golkar), Hidayat (Gerindra), Yuliarman (PPP), Taufik Hidayat (Hanura), Apris (Nas­Dem) dan Albert Hendra Lukman (PDI-P). Pada Pileg 2014, PKS mendapatkan dua kursi dari dapil Padang ini.

Kini, di PKS, selain dua petahana (Rahayu dan Rahmat), juga ada nama Harneli (istri Walikota Padang Mahyeldi), Hadison (mantan Ketua DPRD Padang dan tiga periode di DPRD Padang) dan Gustami Hidayat (Sekretaris DPW PKS Sumbar).

Gustami pada Pileg 2014, maju dari dapil VIII (Pessel dan Menta­wai). Sayang, di dapil ini, PKS tidak mendapatkan kursi. Gustami sendiri sebelumnya dua periode menjadi anggota DPRD Pessel.

Apakah bisa PKS mempertahankan dua kursi pada Pileg 2019 nanti di tengah persaingan yang makin ketat.

Di PAN, selain petahana, Indra Dt. Rajo Lelo, sejumlah tokoh ikut mewarnai dan membuat pertarungan kian sengit. Antara lain Maigus Nasir (Ketua Muhammadiyah Padang dan mantan Ketua DPRD Padang), Veri Yasri (mantan pejabat Pemko dan Ketua PKDP Padang), Syarlinawati Akbar (mantan komisaris PT Semen Padang), Masdi Ardi (mantan anggota DPRD Padang dua periode).

“Insyaallah, PAN akan mengantarkan dua kadernya menuju DPRD Sumbar. Bahkan tidak tertutup kemungkinan bisa lebih, melihat figur-figur yang kita usung,” kata Indra yang juga Sekretaris DPW PAN Sumbar.

Di Demokrat, juga tidak kalah hebat caleg yang diusung. Selain Suwirpen, juga didaftarkan Yulteknil (mantan Ketua DPRD Sumbar), Surya Dharma Sabirin (mantan pejabat Pemprov), Ermawati Tanjung dan Rizal Moenir (mantan anggota DPRD Sumbar), tokoh muda Jery Oktavian dan Januardi Sumka (mantan anggota DPRD Padang sekaligus Sekretaris Partai Demokrat Sumbar).

Sejumlah nama beken juga didaftarkan NasDem dari dapil 1 ini. Di samping Apris sebagai petahana, juga ada nama Masful (tokoh pers sekaligus mantan wakil ketua DPRD Sumbar), Syofyan (mantan peja­bat pemprov) dan Melinda Rose (anggota DPRD Padang).

Di Partai Gerindra juga demikian. Selain petahana, Hidayat, juga maju Desrio Putra (pengusaha sekaligus Sekretaris Partai Gerindra Sumbar) dan dr. Hasymi.

PPP sendiri di samping, Yuliarman sebagai petahana, juga diajukan Maidestal Hari Mahesa (anggota DPRD Padang tiga periode). Hanura, selain petahana Taufik Hidayat juga mencalonkan Afrizalty (mantan pejabat pemprov) dan sekretaris Hanura Sumbar Fauzi Novaldi.

Di Partai Golkar, nama besar lebih banyak lagi. Selain Afrizal sebagai petahana, juga didaftarkan Yusman Kasim (mantan Wawako Padang), Wahyu Amran (tokoh muda), Desri Ayunda, Rita Umami Syawir, Sayuti Dt. Rajo Pengulu (Ketua LKAAM Sumbar).

“Dengan adanya beberapa figur dan sudah punya nama, Insyaallah, Golkar bisa meraih dua kursi di dapil Padang ini. Target kita memang demikian. Mudah-mudahan terealisasi,” kata Ketua Golkar Sumbar, Hendra Irwan Rahim.

Sedangkan partai baru, seperti Perindo mengusung kadernya Arsuk­man Edi yang juga ketua KPSI Sumbar dan Zulherman (mantan Ketua DPRD Padang). Lalu Partai Berkarya menempatkan tokoh muda Yunaldi yang juga Ketua WPCD (Warga Padang Cinta Damai), PSI menempatkan tokoh muda pula, Medo Fernando. Begitu pula Partai Garuda, PKPI PBB dan PKB, juga mendaftarkan tokohnya pula.

Total caleg yang bertarung untuk memperebutkan 10 kursi DPRD Sumbar dari dapil 1 (Padang) ini berjumlah 160 caleg dari 16 parpol. “Persaingan bakal sengit. Melihat figur yang diajukan masing-masing parpol, dapil Padang, pantas disebut dapil neraka,” kata pengamat politik dari Unand, Edi Indrizal. (pendi)

 

 

Pos terkait