Menteri Kebudayaan Resmikan Kembali Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Museum Sastra Indonesia

Menteri Kebudayaan Resmikan Kembali Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Museum Sastra Indonesia
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan penyair nasional, Taufiq Ismail melakukan pengguntingan pita tanda peresmian ulang dan aktivasi ruang publik Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Museum Sastra Indonesia, Sabtu (24/1) di Aia Angek, Tanah Datar. (Jasriman)

PD. PANJANG – Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan ulang sekaligus aktivasi ruang publik Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Museum Sastra Indonesia, Sabtu (24/1/2026) di Nagari Aia Angek, X Koto Tanah Datar. Hal itu dilakukan agar kedua ruang publik itu semakin hidup dan berkembang.

Rumah Puisi Taufiq Ismail diresmikan pada 12 Desember 2008, sementara Museum Sastra Indonesia diresmikan pada 30 Oktober 2024. Sejak awal diresmikan, Rumah Puisi Taufiq Ismail tumbuh menjadi ruang publik yang mampu menghidupkan dunia sastra dan budaya.

Banyak sastrawan ternama Indonesia, budayawan, seniman, musisi, bahkan Anwar Ibrahim (Perdana Menteri Malaysia) datang berkunjung ke tempat itu. Berbagai iven-iven budaya pun sering diadakan di Rumah Puisi Taufiq Ismail.

Namun ketika covid melanda dunia pada tahun 2020, dampaknya ikut dialami Rumah Puisi Taufiq Ismail. Ruang bagi sastrawan dan budayawan untuk berkreasi dan berdiskusi itu meredup. Kegiatan nyaris tak ada, kunjungan pun sepi.

Baca Juga  Berstatus Anak di Bawah Umur, 17 Tersangka Pengeroyokan Santri Tidak Ditahan

“Dengan adanya aktivasi ini, semoga Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Museum Sastra Indonesia kembali menjadi kantong budaya yang hidup dan berkembang. Semoga dari tempat ini akan banyak lahir budayawan dan sastrawan,” kata Fadli Zon dalam kata sambutannya.

Fadli pun berharap para sastrawan muda bisa menjadikan Taufiq Ismail sebagai inspirasi dalam berkarya. “Tak banyak sastrawan yang membangun rumah puisi atau rumah sastra. Padahal, rumah puisi semacam ini bukan hanya tempat berkreasi para sastrawan, melainkan juga bisa jadi destinasi wisata,” katanya.

Di Museum Sastra Indonesia, lanjut Fadli, banyak sekali tersimpan jejak sejarah dan karya para sastrawan ternama. Selain karya Taufiq Ismail, ada juga sejumlah mesin tik yang dipakai sastrawan dan penyair lainnya, tulisan tangan HB Jasin, kaset pembacaan puisi dan jejak sukses dunia sastra lainnya.

“Ke depan museum ini harus dilengkapi lagi dengan record atau dokumentasi kunjungan para sastrawan, budayawan, pelukis, musisi atau tokoh lainnya,” tandasnya.

Baca Juga  MTQ ke-40 Tahun 2023, Sampai Jumpa di Solok Selatan

Meski usianya kini telah lebih 90 tahun, namun Taufiq Ismail yang hadir langsung dalam acara itu masih terlihat penuh semangat. Selain memberikan kata sambutan, Taufiq yang hadir ditemani istri dan anaknya itu sempat pula membacakan dua puisi karyanya.

“Saya sangat terharu dan gembira. Biasanya hal semacam ini (rumah puisi-red) dibangun setelah orangnya sudah masuk kubur, tapi ini justru didirikan di saat saya masih hidup. Terimakasih ananda Fadli Zon, semoga tempat ini menjadi rumah ingatan bagi peradaban bangsa,” ucap Taufiq.

Acara yang ditutup dengan tradisi Makan Bajamba itu turut dihadiri Direktur Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan Feri Arlius, Gubernur Sumbar yang diwakili Asisten I Setdaprov Ahmad Zakri, Kadis Kebudayaan Sumbar Saiful Bahri, pejabat Pemko Padang Panjang dan pejabat terkait lainnya. (Jas)