BUKITTINGGI – Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, melakukan kunjungan kerja ke Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Sabtu (17/5). Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan penguatan kepada ASN di lingkungan UIN Bukittinggi dalam rangka mendukung program Asta Protas Kementerian Agama RI guna mewujudkan perguruan tinggi yang berdampak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kakanwil Kemenag Sumbar Dr. Mahyuddin, M.Pd, Staf Ahli Menteri Agama Prof. Dr. Iswandi Saputra, Tenaga Ahli Kemenag Ir. Junisab Akbar, serta Rektor, Wakil Rektor, dan para ASN UIN Bukittinggi.
Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, M.Si, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kunjungan Wakil Menteri Agama RI.
“Kunjungan ini merupakan momen bersejarah bagi kami dan sangat penting untuk pengembangan UIN Bukittinggi ke depan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Prof. Silfia mengungkapkan bahwa saat ini UIN Bukittinggi memiliki lima fakultas dan sekitar 12.000 mahasiswa. Namun, masih terdapat keterbatasan dalam hal sarana dan prasarana, seperti kebutuhan akan 150 ruang kuliah tambahan, gedung Astronomi untuk mendukung pembelajaran Ilmu Falak, serta laboratorium falak yang belum tersedia.
“Padahal, UIN Bukittinggi menjadi rujukan nasional dalam hal hisab Ramadan. Tapi hingga kini, kami belum memiliki laboratorium yang memadai untuk mendukung keilmuan tersebut,” tegasnya.
Ia juga mengusulkan pelebaran akses jalan menuju kampus karena jalan yang ada saat ini tidak mampu menampung mobilitas mahasiswa yang semakin meningkat. Tak hanya itu, rektor juga mengajukan penambahan kuota Beasiswa KIP, mengingat jumlah kuota terus menurun dari tahun ke tahun, padahal sebagian besar mahasiswa berasal dari keluarga kurang mampu.
“Kami berharap Bapak Wakil Menteri dapat menyampaikan aspirasi ini kepada Presiden, agar dapat direalisasikan,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Wamen Agama, KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, memberikan apresiasi atas kegigihan Rektor dalam menyuarakan kebutuhan kampus demi kemajuan pendidikan.
“Insya Allah semua usulan yang disampaikan dapat diterima, namun realisasinya akan dilakukan secara bertahap,” katanya.
Ia juga meminta agar pihak kampus menyiapkan dokumen pendukung atau proposal untuk dibahas lebih lanjut di tingkat kementerian.
Wamen Agama menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap pengembangan SDM sebagai fondasi pembangunan bangsa.
“Sebanyak apa pun sumber daya alam yang dimiliki, tanpa SDM yang unggul, itu tidak akan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Menurutnya, Presiden Prabowo telah menunjukkan komitmen itu melalui pembentukan tiga kementerian pendidikan: Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains-Teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Kebudayaan.
Pemerintah juga telah melakukan efisiensi awal yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp900 miliar, yang sebagian besar dialokasikan untuk pendidikan, termasuk pembangunan 330.000 sekolah baru maupun rehabilitasi sekolah lama, peningkatan kesejahteraan guru, perbaikan gizi anak sekolah, dan pendirian sekolah unggulan dan gratis untuk siswa tidak mampu.
“Dengan komitmen ini, Insya Allah, aspirasi yang disampaikan UIN Bukittinggi akan secara bertahap direalisasikan,” pungkasnya. (gdo)












