Padang  

Masyarakat Sumbar Belum Semuanya Jadi Peserta BPJS Kesehatan

Ilustrasi. (dok.topsatu)

PADANG – Kondisi Sumatra Barat yang berada pada peringkat 34 dari 33 provinsi di Indonesia yang sudah mencapai Universal Health Coverage (UHC) dalam kepesertaan BPJS Kesehatan menjadi perhatian penting. Hal ini disampaikan oleh Eddy Sulistijanto, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah II, yang mengungkapkan bahwa Sumbar masih membutuhkan lebih dari 291.796 peserta untuk mencapai target 98% cakupan peserta dari jumlah penduduk dan mendapatkan predikat UHC.

BPJS Kesehatan, bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Barat dan pemerintah daerah setempat, telah merencanakan strategi untuk meningkatkan cakupan peserta. Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Lila Yanwar, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Sumbar untuk meningkatkan kepesertaan BPJS penduduk Sumbar.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memaksimalkan kepesertaan melalui Penerima BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran) APBN dan Jaminan Kesehatan Sumbar Sakato (JKSS). Meskipun upaya ini telah dilakukan, ada beberapa kabupaten dan kota yang minim mengalokasikan anggaran melalui JKSS, sehingga anggaran yang dialokasikan Pemprov Sumbar tidak terserap maksimal.

Dalam konteks RPJMN tahun 2024, BPJS Kesehatan bersama pemerintah daerah terus berupaya melakukan percepatan capaian Universal Health Coverage (UHC) dan transformasi mutu layanan. Layanan terdigitalisasi juga ditingkatkan untuk memudahkan akses dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdaftar dalam program JKN-KIS. Aplikasi Mobile JKN menjadi salah satu upaya untuk memberikan layanan yang mudah, cepat, dan setara kepada seluruh lapisan masyarakat. (yk)