Mari Bersama Bangun Prestasi, Jangan Buat Gaduh

PADANG – Hiruk pikuk permasalahan olahraga dikota Padang mendapat perhatian serius dari Djamhur Syarief pelaku selalu pengamat olahraga Sumatera Barat, dedegkot cabang olahraga gulat ini angkat bicara terkait banyak pemberitaan miring yang dilakukan oleh orang yang mengaku olahraga namun tidak bersifat seperti olahragawan.

Djamhur Syarif mengungkapkan, mestinya pelaku olahraga yang saat ini terus berkicau di media sosial dan membuat gerakan untuk menjatuhkan kepengurusan KONI Sumbar saat ini.

“Tidak perlu memberikan pressure berupa karangan bunga terhadap kinerja kejaksaan, kalau saya yang membuat karangan bunga untuk mempresure seolah-olah saya bersih, padahal saya belum tentu bersih,” ungkapnya pada saat bincang-bincang dengan tokoh olahraga di kantor KONI Sumbar Selasa (11/1) pagi.

Mantan sekum KONI Padang di tahun 80-an ini juga menambahkan biarkanlah KONI bekerja, untuk meningkatkan prestasi olahraga Sumatera Barat, khususnya dalam menghadapi PON.

“Jika semua dilakukan dengan administrasi dan aturan yang benar, maka semua akan berjalan dgn baik,” ujarnya.
Terkait proses hukum yang saat ini dijalani oleh mantan Ketua KONI Padang, Djamhur Syarif berharap biarkanlah proses hukum berjalan sesuai dgn tingkatannya.

Baca Juga  Dispora dan KONI Sumbar Matangkan Persiapan Porprov XVI 2026

“Jangan dikaitkan dengan KONI Sumbar saat ini, agar pembenahan dan pembinaan olahraga bisa sesuai dengan keinginan masyarakat Sumbar,” lanjutnya.

Hal yang sama juga diungkapkan mantan atlet angkat berat dunia Nanda Telambenua yang berasal dari Sumatera Barat.

“Jangan cikarakui iklim olahraga Sumatera Barat saat ini. Mestinya kalau benar sebagai seorang olahragawan, sama-sama membangun prestasi olahraga bukan dengan membuat gaduh di tubuh olahraga itu sendiri,” katanya.

“Biarkan KONI Sumbar melakukan pembinaan dan pembenahan olahraga dalam menghadapi PON mendatang, jangan juga diganggu,” tegas Nanda.

Nanda juga menegaskan, jika ada yang mengaku pelaku dan pecinta olahraga tapi sibuk ngurusi agar orang lain jatuh, dan melakukan presure sehingga menghambat prestasi olahraga, serta membuat pengurus KONI sibuk dengan hal tersebut, maka orang tersebut tidak layak menamakan diri pecinta olahraga.

Dia juga mengatakan, pengurus KONI Sumbar saat ini amat respon terhadap mantan atlet dan atlet, terbukti telah menerima mereka dan menyerap semua masukan yang ada.

Baca Juga  PON XXI ACEH-SUMUT : Terhenti di Semi Final, Bintang Sumbang Medali Perunggu

“Selama ini kami amat sulit menyampaikan aspirasi pada KONI Sumbar, tapi saat ini begitu kami datang langsung diterima dengan baik, dan masukan kita diterima dengan baik pula,” tambah Nanda lagi.

Dalam kesempatan tersebut, hadir dalam bincang-bincang olah raga yang digelar di kantor KONI Sumbar ini adalah, Sartusa Ibrahim yang merupakan pelaku olahraga Pencak Silat, Esneti pengurus Dayung, Ediswal pelatih Gulat dan beberapa orang pelaku olahraga Sumatera Barat lainnya.

Sementara itu juru bicara KONI Sumbar Syafrizal yang juga Wasekum II, mengatakan, siap untuk menerima masukan semua pihak, khususnya para mantan atlet yang sudah mengangkat nama baik Sumbar, sehingga prestasi olahraga kedepan jauh lebih baik.

“Kita akan serap semua masukan mantan atlet dan para atlet demi peningkatan prestasi olahraga Sumbar kedepan, karena kita ada untuk olahraga bukan untuk mempolitisir keadaan, biarkan saja kita diganggu, tapi kita akan berbuat terbaik untuk olahraga Sumbar,” ulas Syafrizal mengakhiri. (benk)