Padang  

Mapala LH Blaise Pascal Genap Berusia 35 tahun

Anggota MBP ziarah ke makam almarhum Herman Nawas.(ist)

PADANG – Mapala LH Blaise Pascal (MBP) UPI YPTK genap berusia 35 tahun pada tahun ini. Organisasi‎ pencinta alam ini berdiri 1987, dua tahun setelah kampus berdiri.

Sepanjang 35 tahun perjalanan MBP, telah terjadi pasang surut organisasi. Sempat vakum beberapa tahun, dan kembali aktif hingga sekarang.

Guna mempererat tali silaturahmi antar anggota baik yang aktif atau sudah tamat. Sabtu-Minggu 8-9 Oktober lalu dilakukan reuni akbar 35 tahun MBP UPI YPTK Padang.

“Reuni diikuti seluruh angkatan dari awal berdiri hingga anggota aktif dilaksanakan di Lubuk Minturun, Padang,” ujar ketua pelaksana, Heri Agus Saputra.

Agus mengatakan,‎ kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kembali rasa persaudaraan, membahas tentang organisasi, dan merencanakan apa sumbangsih MBP bagi kelestarian alam.

Baca Juga  Pengurus Masjid Al-Maghfirah Komplek Lubuk Intan dan  Pesona Lubuk Buaya Dilantik

“Dalam kegiatan tersebut. Kita juga melakukan pembagian bibit pohon untuk masyarakat sekitar tempat acara. Bibit itu merupakan bantuan dari dinas pertanian Sumbar” jelasnya.

Selama berdiri, MBP telah banyak melakukan kegiatan sosial. Mulai dari penghijauan, membantu korban bencana alam. Hingga kegiatan donor darah.

Herman Nawas dan Mapala

Sebelum dilaksanakan acara reuni akbar, perwakilan anggota MBP melakukan ziarah ke makam pendiri UPI YPTK, alm H. Herman Nawas.
Heri menyampaikan, MBP tidak akan pernah ada jika Herman Nawas tidak mendirikan kampus UPI. Makanya anggota melakukan ziarah untuk mendoakan sosok yang telah berjasa membuat kampus UPI sebesar sekarang.

Baca Juga  Pelaku Pemerasan Pengunjung Pantai Padang Sudah Ditangkap

Dijelaskan Heri, semasa hidupnya Herman Nawas banyak memberikan perhatian terhadap Mapala. Mulai dari basecamp terbaik, hingga Wall Climbing terbaik se- Sumatera pada pertengahan tahun 2000 an.

“Perhatian beliau cukup besar untuk Mapala. Memang wall itu akhirnya di bongkar, tapi penyebabnya dari Mapala sendiri. Namanya orangtua, tentu wajar marah kalo anaknya nakal, ” jelas Heri.

Sepengetahuannya, lanjut Heri, MBP mungkin satu-satu organisasi dilingkungan kampus, yang melakukan ziarah ke makam alm Herman Nawas dengan melibatkan seluruh angkatan. (deri)